Nyimas Karmila Mauza
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fungsi Bahasa Gaul “Cuy” dan “Bestie” Sebagai Penanda Solidaritas Kelompok di Grup Whatsapp Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Sri Hertimi; Putri Nurasipah; Raka Okus Daya; Riani Maryanti; Gita Amelia; Atina Sabila Khodijah; Nyimas Karmila Mauza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.935

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah memengaruhi pola komunikasi masyarakat, termasuk penggunaan bahasa gaul di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa gaul “cuy” dan “bestie”, menjelaskan fungsinya dalam komunikasi kelompok, serta menganalisis perannya sebagai penanda solidaritas kelompok di grup WhatsApp mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang membahas bahasa gaul, komunikasi digital, media sosial, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah “cuy” dan “bestie” digunakan sebagai bentuk sapaan nonkekerabatan yang menciptakan suasana akrab, santai, dan egaliter dalam komunikasi kelompok. Penggunaan kedua istilah tersebut berfungsi mempererat hubungan sosial, membangun identitas kelompok, dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dengan demikian, bahasa gaul menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan kebersamaan dan kohesi sosial dalam komunikasi digital mahasiswa.