Kadek Ray Sulyantha
Ubon Ratchathani University, Ubon Ratchathani, Thailand

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Figures of Speech in The Folklore Song of The Sacred Ngodog Rite in Bunutin Village Ida Bagus Arya Lawa Manuaba; Kadek Ray Sulyantha
International Journal of Language and Literature Vol. 10 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v10i1.110843

Abstract

This research is motivated by the lack of systematic documentation of the structure, meaning, and function of figurative language in sacred songs that are the core of a traditional agrarian ritual. Furthermore, the role of these songs as a medium for transmitting community values, life philosophy, and ecological knowledge has not been analysed in depth. This study aims to analyse the metrical structure, themes, and use of figurative language in these songs. The research subjects consisted of traditional leaders, elders, singers, and senior farmers to validate the text's meaning. Data were collected through participatory observation, song recordings, in-depth interviews, and documentation, using instruments such as interview guidelines, audio recorders, and text analysis sheets. Data analysis used interactive techniques through data reduction, data presentation, and thematic-semiotic conclusions. The results show that the song's structure resembles the pattern of traditional pupuh, with certain metric modifications, divided into two stanzas that feature fertility mythology and depictions of abundant harvests, and is rich in similes, hyperbole, and personification. In conclusion, these songs are an effective oral medium for passing on values, ecological knowledge, and agrarian wisdom. The implication is that oral traditions need to be preserved as a source of cultural learning and as a means of strengthening collective identity.
Modernization of Ogoh-Ogoh Culture: A Legal Review of the Use of Sound Systems in Ogoh-Ogoh Parades Dewa Krisna Prasada; I Nyoman Widana Saputra; I Made Adi Ananda Permana; Kadek Ray Sulyantha
International Journal of Language and Literature Vol. 10 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v10i1.110848

Abstract

Modernisasi dalam tradisi ogoh-ogoh melalui penggunaan sistem suara menimbulkan ketegangan antara pelestarian nilai-nilai sakral dan tuntutan ekspresi kreatif generasi muda. Ketidakseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan makna spiritual berpotensi menggeser esensi ritual ke arah komodifikasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan model harmonisasi kebijakan yang mampu menyeimbangkan pelestarian budaya dengan kebebasan berekspresi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian terdiri atas lima belas responden yang meliputi unsur pemerintah, pemimpin adat, dan perwakilan generasi muda. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara semi-terstruktur dengan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian yang telah divalidasi melalui expert judgment. Analisis data menggunakan analisis kualitatif normatif melalui interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis terhadap regulasi serta reduksi dan kategorisasi data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antar kelompok pemangku kepentingan, namun seluruh pihak mendukung pendekatan dialogis sebagai solusi kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi yang adaptif dan partisipatif mampu menjaga kesakralan tradisi sekaligus memberikan ruang inovasi yang bertanggung jawab. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi budaya dan kolaborasi multipihak dalam tata kelola budaya berkelanjutan.