Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Program Safety Talk Mingguan dan Dampaknya Terhadap Budaya Keselamatan Pekerja di PT Nusa Cipta Sarana Palu Muhammad Sabri Syahrir; Khahla Rafifa Maliha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1420

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Safety Talk mingguan dan menganalisis dampaknya terhadap budaya keselamatan kerja pekerja di PT Nusa Cipta Sarana Site PT Citra Palu Minerals. Metode yang digunakan adalah pendekatan intervensi kualitatif-deskriptif melalui observasi partisipatif, pencatatan frekuensi dan konten Safety Talk berbasis Job Hazard Analysis (JHA), serta observasi perilaku keselamatan pekerja selama 40 hari kerja efektif, mulai 19 Agustus hingga 30 September 2025 dengan melibatkan 28 pekerja di PT Nusa Cipta Sarana Site PT Citra Palu Minerals. Materi Safety Talk yang diterapkan meliputi kesehatan kerja di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penggunaan full body harness dengan benar, serta pentingnya menjaga kesehatan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan budaya keselamatan kerja, terutama pada kepatuhan penggunaan APD, pemeriksaan APD sebelum bekerja, penggunaan full body harness, serta meningkatnya tindakan saling mengingatkan antar pekerja. Namun demikian, kepatuhan terhadap prosedur kerja aman dan pelaporan kondisi tidak aman belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan pada aspek budaya keselamatan yang lebih mendalam memerlukan waktu yang lebih panjang serta dukungan sistem manajemen K3 yang lebih komprehensif. Kesimpulannya, Safety Talk mingguan efektif sebagai media komunikasi keselamatan dalam meningkatkan perilaku kerja aman tingkat dasar, namun belum cukup optimal dalam membentuk seluruh dimensi budaya keselamatan kerja. Program ini perlu diperkuat dengan pengawasan aktif dan sistem pelaporan K3 yang lebih efektif untuk mendukung keberlanjutan budaya keselamatan di tempat kerja.