Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA BERBASIS EDUKASI VIDEO DI SMK NEGERI 2 PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Nurhikmah, Nurhikmah; Rusli Taher; Erwin, Erwin; Mustaking, Mustaking; Lintje, Lintje
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9037

Abstract

Pengetahuan mengenai HIV dapat menurunkan risiko penularan virus ini dengan memberikan informasi yang benar tentang cara penularannya. Pendidikan seksual yang komprehensif dapat membekali individu dengan pengetahuan tentang penggunaan kondom, kebersihan alat-alat seks, serta strategi reduksi risiko lainnya. Selain itu, pemahaman akan pentingnya pengujian HIV dan konseling dapat mendorong perilaku pengujian rutin, memungkinkan individu untuk mengelola risiko dan melibatkan diri dalam praktik seksual yang lebih aman. Kegiatan penyuluhan informasi kesehatan berbasis Video terkait pencegahan HIV-AIDS diselenggarakan di SMK Negeri 2 Pangkep, menggunakan beberapa metode yaitu Metode tahap pertama pembagian Brosur kepada remaja tentang pencegahan HIV/AIDS, Tahap kedua, Penyuluhan Informasi Berbasis Video terkait pencegahan penyakit HIV. Tahap ketiga pembagian brosur kepada remaja tentang pencegahan HIV-AIDS. Hasil Pengukuran pengetahuan siswa SMK Negeri 2 Pangkep menunjukkan bahwa, rata-rata tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan didapat pengetahuan baik sebanyak 60,00% dan pengetahuan kurang sebanyak 40,00%. Sedangkan rata-rata tingkat pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 95,00%, dan pengetahuan kurang sebanyak 5,00%. Media Edukasi berbasis Video kesehatan yang tentang HIV/AIDS dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS. Pentingnya untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV-AIDS dan serta peran media seperti Video, televisi, surat kabar, dan internet dalam menyebarkan informasi tentang HIV-AIDS kepada remaja, agar stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dapat diminimalisir
DESA SEHAT DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA PESISIR BERBASIS VIRTUAL REALITY Rusli Taher; Nurhikmah, Nurhikmah; Rusman K; Erwin, Erwin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11361

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of adolescent groups in Tupabbiring Village, Bontoa District, Maros Regency regarding the prevention of HIV/AIDS using Virtual Reality-based learning. Conducted by lecturers and students of STIKES Graha Edukasi Makassar, the activity involved preparation, implementation of health education, and evaluation stages. The health education was delivered through theory and practical sessions on HIV/AIDS prevention using Virtual Reality media. Evaluation through pre-test and post-test using SPSS showed an increase in participants’ knowledge from 51.36% to 93.03%. This activity demonstrates the effectiveness of Virtual Reality-based education in improving health knowledge and awareness among coastal adolescents with limited access to health services.
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIET AND NUTRITIONAL STATUS WITH THE INCIDENCE OF STUNTING IN CHILDREN AGED 2–5 YEARS IN THE WORKING AREA OF THE MAWASANGKA HEALTH CENTER Nurhikmah, Nurhikmah; Evawati Uly; Dyah Tahir; Muliyana; Erwin, Erwin
International Journal of Social Science Vol. 5 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v5i4.11905

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutritional intake over a long period of time and is often associated with an inadequate diet. This condition has a serious impact on the physical growth, cognitive development, and productivity of children in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between diet and nutritional status and the incidence of stunting in children aged 2–5 years in the working area of the Mawasangka Health Center. Methods: This study used a cross sectional design with a sample of 80 children aged 2–5 years who were selected by purposive sampling. It will be held in November 2025. Data were collected using dietary questionnaires, anthropometric measurements (weight, height), and maternal interviews. Data analysis was carried out by Chi-Square test. Results: The results showed that there was a significant relationship between diet and stunting incidence (p=0.001) and between nutritional status and stunting incidence (p=0.003). Children with an unbalanced diet are 3.5 times more likely to experience stunting than children with a good diet. Conclusion: Diet and nutritional status have a significant relationship with stunting events. Efforts are needed to improve balanced nutrition education for families to reduce stunting rates in the work area of the Mawasangka Health Center
Edukasi Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Dusun Campagaya Muliyana Muliyana; Nurhikmah Nurhikmah; Evawaty Uli; Erwin Erwin; Reskiawati Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1437

Abstract

Edukasi imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mendukung pencegahan penyakit pada bayi dan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap melalui edukasi berbasis komunitas di Dusun Campagaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2026 dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas ibu bayi, ibu balita, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, sedangkan setelah edukasi terjadi peningkatan kategori pengetahuan baik dari 31,4% menjadi 82,9%. Selain itu, kategori pengetahuan cukup menurun dari 45,7% menjadi 14,3% dan kategori pengetahuan kurang menurun dari 22,9% menjadi 2,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi dasar lengkap. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan cakupan imunisasi dan kesehatan bayi serta balita di masyarakat.
Edukasi Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Dusun Campagaya Muliyana Muliyana; Nurhikmah Nurhikmah; Evawaty Uli; Erwin Erwin; Reskiawati Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1437

Abstract

Edukasi imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mendukung pencegahan penyakit pada bayi dan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap melalui edukasi berbasis komunitas di Dusun Campagaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2026 dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas ibu bayi, ibu balita, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, sedangkan setelah edukasi terjadi peningkatan kategori pengetahuan baik dari 31,4% menjadi 82,9%. Selain itu, kategori pengetahuan cukup menurun dari 45,7% menjadi 14,3% dan kategori pengetahuan kurang menurun dari 22,9% menjadi 2,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi dasar lengkap. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan cakupan imunisasi dan kesehatan bayi serta balita di masyarakat.
Education on High-Risk Pregnancy and Nutritional Monitoring of Pregnant Women to Prevent Stunting: High-Risk Pregnancy Education and Stunting Prevention Nurhikmah; Muliyana; Evawaty Uli; Dyah Tahir; Erwin
Journal of Evidence-Based Community Health Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Evidence-Based Community Health
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64871/rn6dvj92

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly in rural areas, and prevention efforts must begin during pregnancy. This community service program aimed to improve knowledge and awareness regarding high-risk pregnancy and maternal nutritional monitoring as an early strategy to prevent stunting in Tupabiring Village. The program was conducted using a structured approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included health education sessions, interactive discussions, nutritional status assessment through body weight and mid-upper arm circumference (MUAC) measurements, anemia risk identification, and individualized counseling for pregnant women. The results showed an improvement in participants’ knowledge of high-risk pregnancy, danger signs, balanced maternal nutrition, and the importance of routine antenatal care (ANC) visits. Nutritional monitoring enabled early identification of pregnant women at risk of nutritional problems, providing a basis for targeted counseling and follow-up recommendations. The involvement of family members and community health cadres strengthened community participation and program sustainability. In conclusion, education combined with maternal nutritional monitoring is an effective community-based intervention to enhance maternal health awareness and support early stunting prevention efforts. Sustainable and integrated programs at the village level are recommended to optimize long-term maternal and child health outcomes