Penelitian ini mengkaji penerapan fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), hingga pengawasan (controlling) pada program keterampilan vokasi di MA Al-Ma'arif Plus Keterampilan Tulungagung, sekaligus memetakan faktor penentu yang mendukung dan menghambatnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam bersama Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, serta para guru koordinator bidang Tata Boga, Tata Busana, Tata Rias, dan Pengelasan. Data sekunder pendukung diperoleh lewat penelaahan dokumen kurikulum, standar operasional UPT BLK Tulungagung, dan regulasi resmi Kementerian Agama. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa dalam hal perencanaan, madrasah telah merumuskan target kemandirian siswa secara visioner dan mengadopsi materi pelatihan berbasis kompetensi, meski perhitungan anggaran logistik praktikum harian masih memerlukan pematangan. Pada aspek pengorganisasian, sekolah memilih bentuk struktur yang cair (flat organization) tanpa sekat birokrasi formal yang kaku dengan memaksimalkan peran tim ad hoc. Selanjutnya, fungsi kepemimpinan dijalankan secara aktif lewat pendekatan direktif-partisipatif serta keteladanan nyata dari figur Kepala Madrasah. Untuk fungsi pengawasan, pengendalian mutu diterapkan secara berlapis melalui jalur internal (inspeksi harian, rapat evaluasi semester, standar KKM 75, dan ujian praktik) serta jalur eksternal. Faktor pendorong utama keberhasilan program ini adalah keabsahan legalitas dari Kementerian Agama dan kemitraan erat bersama UPT BLK Tulungagung. Di sisi lain, kendala terbesar yang dihadapi mencakup keterbatasan anggaran internal sebagai sekolah swasta yang berdampak pada penarikan iuran swadaya siswa, serta pasang surut motivasi belajar peserta didik di lapangan.