Turnover intention (niat resign) adalah keinginan seorang karyawan untuk keluar atau pindah dari tempat kerjanya saat ini. Dunia kerja saat ini mulai didominasi oleh Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012. Tetapi mirisnya, generasi ini dikenal sering berpindah tempat kerja dalam waktu singkat dan sangat tidak betah jika berada di lingkungan kerja yang kurang mendukung. Hal ini tentu membuat tingkat perputaran karyawan menjadi tinggi dan perusahaan harus mengeluarkan biaya rekrutmen yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum berbagai studi terdahulu guna mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat Generasi Z ingin resign. Penelitian ini juga membandingkan kondisi di lima negara: Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, dan Australia. Dengan menggunakan metode PRISMA 2020, penelitian ini menyeleksi artikel dari tahun 2022 hingga 2026. Dari 3.537 artikel yang ditemukan di Google Scholar, ERIC, dan SAGE Journals, terpilih 20 artikel berkualitas yang paling relevan untuk dianalisis. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang menarik. Di negara Barat (Amerika Serikat dan Inggris), faktor utama yang dituntut karyawan adalah gaji dan kebebasan kerja dari mana saja (remote working). Sebaliknya, di negara Asia (Tiongkok dan Indonesia), faktor utamanya lebih berkaitan dengan kenyamanan batin, seperti kepuasan kerja dan keinginan untuk lari dari lingkungan kerja yang beracun (toxic) agar tidak stres berat (burnout). Temuan ini bisa menjadi panduan bagi HRD perusahaan untuk membuat strategi agar karyawan Generasi Z lebih betah bekerja.