Hibatun Nabilah
Program Studi Psikologi, Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Teori Bowen dalam Meningkatkan Diferensiasi Diri dan Komunikasi Keluarga Kayla Rafa Tazkiya Rahmat; Hibatun Nabilah; Felisa Juniar Ayu Ardani; Danang Yudoyono Saputro
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2157

Abstract

Keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan psikologis individu, terutama dalam proses pembentukan kemandirian pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang merupakan anak tunggal dan mengalami konflik antara keinginan untuk mandiri dengan pola pengasuhan orang tua yang cenderung overprotektif di tengah kondisi ekonomi keluarga yang kurang stabil. Metode yang digunakan adalah asesmen psikologi keluarga melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan berdasarkan Teori Sistem Keluarga Bowen, khususnya konsep differentiation of self. Hasil asesmen menunjukkan bahwa subjek mengalami kecemasan terkait masa depan, kemandirian finansial, serta keterbatasan dalam mengembangkan potensi diri akibat adanya pembatasan dari orang tua. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil turut memperkuat keinginan subjek untuk bekerja paruh waktu, namun keinginan tersebut belum memperoleh dukungan penuh dari orang tua. Analisis menunjukkan bahwa permasalahan utama berkaitan dengan proses diferensiasi diri yang belum berkembang secara optimal karena adanya keterikatan emosional yang kuat dan pola pengasuhan yang protektif. Meskipun demikian, hubungan emosional antara subjek dan orang tua masih terjalin dengan baik sehingga intervensi yang berfokus pada peningkatan komunikasi keluarga, pemahaman terhadap kebutuhan perkembangan dewasa awal, serta penguatan kemandirian dinilai berpotensi membantu penyelesaian masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kedekatan emosional keluarga dan pemberian ruang bagi individu untuk berkembang secara mandiri.