Di era modern ini konseling sufistik sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap orang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup yang semakin kompleks khusus nya di lingkungan pondok pesantren. Oleh karena itu, konseling sufistik dikaitkan dengan amaliyah yang biasa dilakukan di pondok pesantren yaitu Sholawat Mahalul Qiyam. Dikaitkan dengan suatu proses ketika santri dalam kesedihan, kegundahan, tekanan, gangguan mental dan ingin sekali memperoleh maghfirah, memperoleh syafa’at memperoleh kemudahan, dan keluasan dalam urusan rezeki, dilapangkan dari kesempitan dan kesulitan, dikabulkan hajatnya, dihindarkan dari bencana maupun untuk memperoleh kebahagiaan dan kemuliaan serta meninggikan derajat dan sebagainya. Tujuan penelitian ini fokus pada pemahaman tentang hakikat sholawat, dalil-dalil yang mengisyaratkan sholawat, keutamaan membaca sholawat, sholawat mahalul qiyam, Tasawuf dan penyembuhan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode konten analisis dan observasi lapangan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya adalah dengan mengkaji dan menelaah literatur yang ada relevansinya dengan pembahasan studi ini dan realita yang ada dilapangan. Salah satu pendekatan yang dianggap tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip psikologi dalam bidang konseling yang menggunakan ajaran-ajaran spiritual dari tradisi sufisme untuk membantu klien mencapai keseimbangan dan kedamaian batin adalah konseling Sufi. Dengan pemahaman dan pandangan tentang konsep konseling sufistik, yang di dalamnya dikemukakan tentang hakikat sholawat, dalil yang mengisyarahkan, dan kaiatan dengan tasawuf dan penyembuhan nya memalui media sholawat mahalul qiyam.