Yenni Amalia Siregar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XII Pada Materi Gejala Kuantum Aisyah; Yenni Amalia Siregar; Holit Mawardi Nasution; Miftahul Jannah Nasution
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/e8c94q40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA kelas XII pada materi gejala kuantum, khususnya efek fotolistrik dan efek Compton. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang diujicobakan kepada 67 siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Siabu yang terdiri dari 2 kelas. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari empat lapisan, yaitu pertanyaan pengetahuan, tingkat keyakinan jawaban, alasan menjawab, dan tingkat keyakinan alasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid berdasarkan koefisien validitas Gregory pada rentang 0,60–0,80 dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,82. Profil pemahaman konsep siswa menunjukkan bahwa 37,9% siswa mengalami miskonsepsi (kategori sedang), 28,8% kurang pengetahuan, 24,5% paham konsep, dan 8,8% kesalahan lainnya. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada sub-materi efek fotolistrik (42,5%) dibandingkan efek Compton (34%). Miskonsepsi spesifik yang teridentifikasi meliputi anggapan bahwa energi ambang bergantung pada intensitas cahaya, energi kinetik elektron bergantung pada intensitas, serta ketidakmampuan membedakan mekanisme tumbukan pada efek fotolistrik dan efek Compton. Dengan demikian, instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang dikembangkan layak digunakan oleh guru sebagai alat diagnostik untuk memetakan miskonsepsi siswa, sehingga dapat merancang strategi remediasi yang lebih tepat sasaran dalam pembelajaran fisika kuantum.