Alexander Halim Santoso
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENILAI RISIKO SARKOPENIA MELALUI KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN: SKRINING DAN EDUKASI KESEHATAN PADA KOMUNITAS DEWASA SEKOLAH MUTIARA BANGSA Arwinder Singh; Alexander Halim Santoso
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) sebagai indikator fungsi otot dan deteksi dini sarkopenia pada masyarakat dewasa produktif. Sarkopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang berkaitan dengan proses penuaan serta peningkatan risiko penurunan fungsi fisik, disabilitas, dan penyakit metabolik. Pemeriksaan handgrip strength dipilih karena merupakan metode skrining yang sederhana, cepat, dan mudah diaplikasikan di komunitas. Sebanyak 45 responden mengikuti pemeriksaan menggunakan dinamometer, dilanjutkan dengan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, latihan resistensi, dan pemenuhan asupan protein untuk mempertahankan fungsi otot. Rerata usia responden adalah 34,69 ± 9,05 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (80,0%). Rerata nilai handgrip strength sebesar 26,89 ± 9,35 kg, dengan sebagian besar responden berada pada kategori normal, sementara sebagian kecil memenuhi kriteria sarkopenia. Temuan ini menunjukkan bahwa skrining berbasis komunitas mampu mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami penurunan kekuatan otot meskipun sebagian besar peserta masih memiliki fungsi otot yang baik. Luaran kegiatan berupa hasil skrining individual yang disertai edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga massa dan kekuatan otot sebagai upaya pencegahan sarkopenia sejak usia dewasa.
PENILAIAN FUNGSI HATI MELALUI PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT UNTUK DETEKSI DINI GANGGUAN HEPATOSELULER PADA DEWASA DI KELURAHAN SEMANAN Alfianto Martin; Alexander Halim Santoso
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan fungsi hati masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya deteksi dini melalui skrining berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi fungsi hati menggunakan parameter SGOT dan SGPT pada masyarakat dewasa. Sebanyak 155 responden mengikuti kegiatan skrining dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun (rentang 19–80 tahun). Mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki sebanyak 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar SGOT sebesar 21,41 ± 5,85 U/L dan SGPT sebesar 20,67 ± 11,76 U/L yang secara umum masih berada dalam batas normal. Berdasarkan jenis kelamin, rerata kadar SGOT dan SGPT pada laki-laki masing-masing sebesar 22,02 U/L dan 23,00 U/L, sedangkan pada perempuan sebesar 21,16 U/L dan 19,69 U/L. Meskipun sebagian besar peserta memiliki fungsi hati dalam kisaran normal, beberapa peserta menunjukkan peningkatan kadar enzim hati yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Kegiatan skrining yang disertai edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan penggunaan obat secara bijak memberikan gambaran awal mengenai status kesehatan hati masyarakat serta mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan fungsi hati