Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN DIFFERENTIAL MORNING PROGRAM (DMP) TERHADAP KEAKTIFAN ANAK USIA DINI Ema Rochmawati; Sudarmiani Sudarmiani; Nurhadji Nugraha
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana penerapan Differential Morning Program (DMP) dapat meningkatkan kekatifan murid. Keaktifan murid pada kelompok B kelas Diponegoro meningkat setelah dilaksanakan kegiatan pagi yang berderensiasi selama 2 siklus dengan hasil sebagai berikut: (1) Keaktifan pada pra siklus, ada pada katagori kurang dengan nilai rata-rata 6,7. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak 2 murid (13%). Secara keseluruhan murid belum mencapai KKTP pada kegiatan pagi. (2) Keaktifan dalam tahapan siklus ke-I, ada pada katagori cukup dengan memperoleh skor rerata sebesar 9. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak 7 murid (44%). Secara keseluruhan murid belum mencapai KKTP di DMP. (3) Keaktifan dalam tahapan siklus ke-II, ada pada termasuk dalam kriteria sangat baik dengan skor rerata 13,1. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak murid 15 murid (44%). Secara keseluruhan murid sudah
PEMBERDAYAAN ORANG TUA MURID MELALUI SISTEM AMBIL-SETOR (BILTOR) TAS ANYAMAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI TK DHARMA WANITA TAWANGREJO, MADIUN Ema Rochmawati; Restu Sri Hayati; Helis Wahyuningsih Wahyuningsih; Muhammad Hanif
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TK Dharma Wanita Tawangrejo merupakan lembaga PAUD yang berada di bawah naungan Dharma Wanita Kelurahan Tawangrejo, dimana sebagian murid masih belum memiliki keberanian sekolah sehimgga masih ditunggu oleh orang tuanya. Deangan menunggu anak disekolah mengakibatkan oarng tau tidak lagi mendapatkan penghasilan dari kerja serabutan dikarenakan harus menemani anak disekolah tanpa kegiatan produktif. Melihat permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bermitra dengan orang tua murid di TK Dharma Wanita Tawangrejo untuk mengembangkan pembuatan tas ayaman plastik embos dengan sistem ambil setor (BILTOR) sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pendapatan keluarga melalui peningkatan peluang usaha kecil tanpa modal besar atau bahkan tanpa modal. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, wawancara mendalam, pendampingan praktik BILTOR, serta dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem BILTOR mampu memperluas sklil oraang tua murid, membuka peluang pendapatan tambahan, mengurangi kejenuhan dalam menunggu anak disekolah serta lebih produktif. Kesimpulannya, program BILTOR efektif meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mitra, serta menjadi sumber ekonomi baru khususnya bagi mama-mama orang tua murid di TK Dharma Wanita Tawangrejo.
PENERAPAN DIFFERENTIAL MORNING PROGRAM (DMP) TERHADAP KEAKTIFAN ANAK USIA DINI Ema Rochmawati; Sudarmiani Sudarmiani; Nurhadji Nugraha
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana penerapan Differential Morning Program (DMP) dapat meningkatkan kekatifan murid. Keaktifan murid pada kelompok B kelas Diponegoro meningkat setelah dilaksanakan kegiatan pagi yang berderensiasi selama 2 siklus dengan hasil sebagai berikut: (1) Keaktifan pada pra siklus, ada pada katagori kurang dengan nilai rata-rata 6,7. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak 2 murid (13%). Secara keseluruhan murid belum mencapai KKTP pada kegiatan pagi. (2) Keaktifan dalam tahapan siklus ke-I, ada pada katagori cukup dengan memperoleh skor rerata sebesar 9. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak 7 murid (44%). Secara keseluruhan murid belum mencapai KKTP di DMP. (3) Keaktifan dalam tahapan siklus ke-II, ada pada termasuk dalam kriteria sangat baik dengan skor rerata 13,1. Sedangkan murid yang berhasil mencapai KKTP sebanyak murid 15 murid (44%). Secara keseluruhan murid sudah