Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM AKTIVITAS KELOMPOK MELALUI KONEKSI SOSIAL UNTUK MENGATASI HOMESICKNESS PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN Eleonora Gracia Puspa Setiawan; Carissa Christy; Immanuel George A. N; Roswiyani Roswiyani
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1527

Abstract

Homesickness merupakan kondisi emosional yang umum dialami warga binaan akibat keterpisahan dari keluarga dan lingkungan sosial yang bermakna. Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kesepian, stres, serta kesulitan beradaptasi selama menjalani masa pembinaan. Salah satu faktor yang berperan dalam membantu proses penyesuaian diri adalah social connectedness, yaitu perasaan terhubung, diterima, dan menjadi bagian dari suatu kelompok sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik berbasis kelompok yang bersifat kooperatif terhadap peningkatan social connectedness pada warga binaan yang mengalami homesickness. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 12 warga binaan yang mengikuti seluruh rangkaian intervensi secara konsisten. Intervensi dilakukan selama lima sesi melalui berbagai permainan kelompok kooperatif, seperti mirroring, estafet balon, permainan sumpit, susun huruf, dan estafet tali. Data kuantitatif diperoleh menggunakan Social Connectedness Scale, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan sesi sharing. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya peningkatan social connectedness setelah intervensi diberikan (mean score pre-test 29,50, mean score post-test 44.08). Hasil observasi juga menunjukkan perubahan dinamika sosial secara bertahap, mulai dari interaksi yang canggung menjadi lebih terbuka, aktif, dan kooperatif. Selain itu, partisipan mengungkapkan bahwa kegiatan membantu mengurangi stres, menambah relasi, serta membuat merasa lebih nyaman dan tidak sendirian. Dengan demikian, aktivitas fisik berbasis kelompok yang bersifat kooperatif dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu meningkatkan keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis warga binaan.
PROGRAM AKTIVITAS KELOMPOK MELALUI KONEKSI SOSIAL UNTUK MENGATASI HOMESICKNESS PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN Eleonora Gracia Puspa Setiawan; Carissa Christy; Immanuel George A. N; Roswiyani Roswiyani
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1527

Abstract

Homesickness merupakan kondisi emosional yang umum dialami warga binaan akibat keterpisahan dari keluarga dan lingkungan sosial yang bermakna. Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kesepian, stres, serta kesulitan beradaptasi selama menjalani masa pembinaan. Salah satu faktor yang berperan dalam membantu proses penyesuaian diri adalah social connectedness, yaitu perasaan terhubung, diterima, dan menjadi bagian dari suatu kelompok sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik berbasis kelompok yang bersifat kooperatif terhadap peningkatan social connectedness pada warga binaan yang mengalami homesickness. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 12 warga binaan yang mengikuti seluruh rangkaian intervensi secara konsisten. Intervensi dilakukan selama lima sesi melalui berbagai permainan kelompok kooperatif, seperti mirroring, estafet balon, permainan sumpit, susun huruf, dan estafet tali. Data kuantitatif diperoleh menggunakan Social Connectedness Scale, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan sesi sharing. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya peningkatan social connectedness setelah intervensi diberikan (mean score pre-test 29,50, mean score post-test 44.08). Hasil observasi juga menunjukkan perubahan dinamika sosial secara bertahap, mulai dari interaksi yang canggung menjadi lebih terbuka, aktif, dan kooperatif. Selain itu, partisipan mengungkapkan bahwa kegiatan membantu mengurangi stres, menambah relasi, serta membuat merasa lebih nyaman dan tidak sendirian. Dengan demikian, aktivitas fisik berbasis kelompok yang bersifat kooperatif dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu meningkatkan keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis warga binaan.