This Author published in this journals
All Journal WIDYA LAKSANA
Hani Fattus Sabrina Anam
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Restorasi Lamun Berbasis Kemitraan Masyarakat Di Desa Pemuteran Menggunakan Abtralo Untuk Penyelamatan Dugong, Penguatan Karbon Biru dan Wisata Bahari Berkelanjutan Gede Iwan Setiabudi; Hamdanul Fain; Ni Wayan Yulianita Dewi; Ni Komang Tri Hapsari; Ni Kadek Martha Ayu Saraswati; Hani Fattus Sabrina Anam; I Gusti Agung Ayu Kumara Dewi; Anak Agung Ayu Agung Widhyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.103858

Abstract

Ekosistem lamun memegang peranan krusial sebagai habitat biota laut, termasuk dugong, serta penyimpan karbon biru, namun menghadapi ancaman degradasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan program restorasi lamun melalui penerapan teknologi Artificial Biorock for Seagrass Transplantation (ABTRALO) dengan model kemitraan multi-pihak. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pendekatan partisipatif yang mencakup pelatihan, workshop, dan demplot percontohan bersama mitra Yayasan, masyarakat pesisir, dan pelaku usaha wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis mitra dalam teknik restorasi lamun menggunakan ABTRALO. Berdasarkan evaluasi post-test, terjadi transfer pengetahuan yang sangat berhasil dengan tingkat pemahaman peserta di atas 80% pada hampir seluruh aspek, mulai dari konsep ekologis hingga teknis. Partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari seluruh pemangku kepentingan menandai keberhasilan pembentukan jaringan kolaborasi yang kuat dan berhasil dibangun plot restorasi awal yang menjadi fondasi bagi upaya pemulihan ekosistem lamun skala lebih luas. Simpulannya, penerapan teknologi ABTRALO melalui kemitraan berbasis masyarakat efektif dalam memulai upaya konservasi lamun di Pemuteran.