Kualitas pengajaran di sekolah-sekolah ini belum optimal, terutama dalam pengenalan budaya. Banyak guru yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, yang membuat pembelajaran kurang menarik dan interaktif bagi siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran budaya Bali di sekolah dasar. Subjek kegiatan ini adalah 25 guru dari sekolah-sekolah dasar di Gugus II. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada guru. Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan utama, yakni peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media AR, serta peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa dalam memahami budaya. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kedua aspek yang diuji untuk keterampilan guru dan keterlibatan siswa. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa penggunaan media AR dalam pembelajaran budaya Bali memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran budaya Bali. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan AR dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan kompetensi guru dalam teknologi pembelajaran. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual.