Penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana yang paling banyak digunakan oleh masyarakat karena dinilai praktis dan efektif. Namun, penggunaan kontrasepsi ini sering menimbulkan efek samping berupa gangguan menstruasi yang dapat memengaruhi kenyamanan akseptor. Pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan dalam penggunaan kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap gangguan menstruasi pada pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan di PMB Wiwiet Wulandari Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan yang datang ke PMB Wiwiet Wulandari Palembang, dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan KB suntik 3 bulan sebanyak 19 orang (59,4%), memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 orang (71,9%), dan memiliki sikap positif sebanyak 23 orang (71,9%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemakaian KB suntik 3 bulan (ρ value = 0,015 ≤ α = 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan antara sikap dengan pemakaian KB suntik 3 bulan (ρ value = 0,109 > α = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemakaian KB suntik 3 bulan, namun tidak terdapat hubungan antara sikap ibu dengan pemakaian KB suntik 3 bulan. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kepada ibu mengenai efek samping kontrasepsi, khususnya gangguan menstruasi, agar dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan kontrasepsi secara tepat.