p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal SERES
Ivonne Leiwakabessy
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kristen Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI KELADI (Colocasia esculenta sp) DI KAMPUNG WILTI DISTRIK KLAWAK KABUPATEN SORONG Ferdinand Klasjok; Ivonne Leiwakabessy; Joni Penda
SERES Vol 1 No 1 (2023): SERES
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/fnvt2x75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor–faktor produksi yang              mempengaruhi usahatani keladi serta menganalisis tingkat keuntungan usahatani keladi di Kampung Wilti, Distrik Klawak, Kabupaten Sorong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Agustus 2017 dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 30 petani keladi yang ditentukan secara purposive sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap hasil produksi keladi, serta analisis keuntungan usahatani dengan pendekatan penerimaan dan biaya (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi keladi adalah luas lahan dan jumlah bibit, sedangkan tenaga kerja dan pengalaman petani tidak            berpengaruh signifikan. Secara simultan, variabel luas lahan, tenaga kerja, bibit, dan pengalaman berpengaruh nyata terhadap produksi keladi dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,994. Hasil analisis keuntungan menunjukkan bahwa usahatani keladi memberikan keuntungan rata-rata sebesar Rp20.734.133,33 per musim tanam dengan nilai R/C ratio sebesar 5,36, yang berarti usahatani keladi layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Disimpulkan bahwa peningkatan produksi keladi dapat dilakukan melalui perluasan lahan dan penambahan penggunaan bibit. Dukungan modal dan teknologi budidaya yang lebih baik sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas petani keladi di wilayah penelitian.
PERANAN DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MAYBRAT TERHADAP KELOMPOK USAHA TANI DI DISTRIK AIFAT UTARA Manfred Bame; Ivonne Leiwakabessy; Joni Penda
SERES Vol 1 No 1 (2023): SERES
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/z48eke02

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dinas Pertanian dalam pelaksanaan program penyuluhan pertanian berdasarkan persepsi petani. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya penyuluhan sebagai sarana peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani. Keberhasilan program penyuluhan dipengaruhi oleh bagaimana petani menilai konteks program, masukan yang diberikan, proses pelaksanaan, serta hasil yang diperoleh.  Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian berjumlah 26 orang petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur empat variabel bebas, yaitu persepsi terhadap konteks program (X1), masukan program (X2), proses program (X3), dan hasil program (X4). Variabel terikat (Y) adalah persepsi petani terhadap peran Dinas Pertanian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel masukan program, proses program, dan hasil program memiliki hubungan positif dan signifikan dengan peran Dinas Pertanian. Variabel proses program merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi penilaian petani. Sementara itu, konteks program berhubungan positif namun tidak signifikan. Secara simultan, keempat variabel berkontribusi kuat terhadap peran Dinas Pertanian. Disarankan agar peningkatan kualitas proses penyuluhan dan evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan program penyuluhan pertanian.