Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVITALISASI NILAI BUDAYA MELALUI PRODUKSI TOPENG MASKOT BARONG SEBAGAI IDENTITAS VISUAL FESTIVAL SEKOLAH Adi Ismanto; Jennifer Hung; Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35925

Abstract

potensi untuk memperkuat karakter, meningkatkan apresiasi budaya, serta menjadi identitas visual dalam kerangka kegiatan pendidikan menengah siswa. Fokus kegiatan ini adalah untuk memproduksi topeng maskot Barong pada kegiatan festival SMA dari lanjutan kegiatan sebelumnya, berupa modifikasi karakter Barong menjadi maskot festival kekinian yang dilakukan oleh tim desain siswa. Tetapi, pada tahap produksi terdapat kendala teknis yang menghambat realisasi bentuk fisik topeng. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mitra tim panitia siswa mewujudkan produksi topeng maskot Barong hingga dapat digunakan sebagai perlengkapan festival. Metode pelaksanaan partisipatif dan kolaboratif dilakukan dengan tahapan persiapan, sketsa proporsi dan dimensi, pembuatan pola, konstruksi model tiga dimensi, pewarnaan, perakitan, hingga tahap detail akhir, seperti mahkota, bunga kamboja dan kalung. Penyerahan hasil produksi topeng maskot barong kepada tim panitia festival dilakukan bersamaan dengan evaluasi kegiatan melalui angket skala likert, observasi, dokumentasi visual, serta wawancara mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan topeng maskot Barong sebagai maskot festival meningkatkan kepercayaan diri, kebanggaan budaya dan motivasi panitia dan siswa dengan skor rata-rata ketercapaian 4.72 (kategori sangat tinggi). Topeng maskot Barong juga digunakan aktif dalam berbagai kegiatan festival, termasuk kampanye publik di Car Free Day Jakarta. Kegiatan ini membuktikan bahwa desain berbasis budaya lokal mampu menjadi sarana efektif untuk pelestarian tradisi budaya, pembentukan karakter, serta penguatan identitas kreatif generasi muda, khususnya melalui kegiatan siswa menengah di sekolah.