Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyesuaian sosial siswa berdasarkan jenis kelamin, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan dasar pada teori aspek penyesuaian sosial oleh Schneiders. Penyesuaian sosial merupakan bagian dari penyesuaian diri yang pasti dialami oleh setiap manusia ketika memasuki fase remaja. Penyesuaian sosial sebagai bentuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial,dimana terjalinnya interaksi antar manusia, membangun hubungan sosial dan keterampilan menempatkan diri dalam peran bermasyarakat. Penelitian ini didasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, dimana penyesuaian sosial pada siswa masih dalam taraf yang kurang baik terutama pada aspek partisipasi dan seringnya diskriminasi antara perempuan dan laki laki atau sterotip gender pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis studi komparatif untuk menngetahui bagaimana tingkat penyesuaian sosial pada siswa dan ada atau tidaknya perbedaan penyesuaian sosial laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan instrumen kuisinoner pada subjek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Rangkasbitung tahun ajaran 2023/2024 berjumlah 186 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat penyesuaian sosial secara umum 134 siswa atau 72% dengan kategori tinggi dan 52 siswa atau 28% dalam kategori sedang. Berdasarkan jenis kelamin penyesuaian sosial siswa mendapat hasil bahwa terdapat siswa laki-laki dalam kategori tinggi sebanyak 53 (25,8%), dalam kategori sedang sebanyak 21 siswa (11,3%) dan tidak ada siswa laki-laki yang memiliki penyesuaian sosial rendah. Pada siswa perempuan terdapat 81 (43,5%) mendapat kategori tinggi, 31 (16,7%) pada kategori sedang dan tidak ada siswa perempuan yang memilki penyesuaian sosial rendah. Dengan hasil skor perbandingan siswa laki laki 72,31 dan 108,16 siswa perempuan. Dapat diartikan bahwa tingkat penyesuaian sosial pada siswa sudah dianggap mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik dan adanya perbedaan antara penyesuaian sosial antara siswa laki-laki dan perempuan.