Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community-Based Routine Road Maintenance as a Strategy to Mitigate Social Inequality in Provincial Road Networks Yudi Sekaryadi; Wimpy Santosa; Caroline Sutandi; Anan Anisarida; Ida Farida
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.279

Abstract

Background: Road infrastructure development plays a crucial role in fostering economic growth and improving interregional connectivity. However, uneven distribution of benefits can generate or intensify existing social disparities. Objective: This study aims to analyze the role of community-based routine provincial road maintenance in mitigating social inequality by evaluating maintenance implementation and assessing community participation patterns. Methods: This study employs a mixed-methods quantitative-evaluative design across 20 provincial road sections in nine districts of West Java Province. Data were collected from 89 respondents for the routine maintenance variable and 140 respondents for the community participation variable. Results: The evaluation results indicate that all routine maintenance variables fall within moderate to excellent categories, except for the labor factor, which scored poorly (1.65) due to limited availability of certified skilled workers. For community participation, all variables scored moderate to excellent, except the willingness to contribute financially (1.83), largely influenced by low household income. SEM analysis identifies significant variables including shoulder damage level, labor factor, community attendance in meetings, and participatory contributions. Conclusion: The study concludes that social disparities can be mitigated by increasing community income through operational cooperation between government and villages, enabling communities to participate in routine maintenance—particularly in simple tasks requiring trained local labor.
Analisis Dampak Volume Lalu Lintas terhadap Kualitas Udara dalam Mendukung Pencapaian SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan Raka Rafian Hakim; Yudi Sekaryadi; Rina Marina Masri
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6470

Abstract

Kualitas udara perkotaan merupakan salah satu indikator penting keberlanjutan kota sebagaimana diamanatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.6 yang menekankan pengendalian dampak lingkungan kota termasuk kualitas udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak volume lalu lintas terhadap kualitas udara ambien di ruas Jalan Citeureup–Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai dasar evaluasi pencapaian SDG 11 pada skala kawasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa volume lalu lintas dan konsentrasi polutan udara (CO, HC, SO2, PM10, dan PM2,5) pada enam titik desa di sekitar kawasan industri semen selama periode 2016–2025. Analisis data dilakukan melalui perhitungan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan (LOS), uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon satu sampel, serta uji-t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan derajat kejenuhan jalan berkisar 0,50–0,84 dengan LOS bervariasi dari kategori terbaik hingga sedang, mengindikasikan tekanan lalu lintas yang meningkat pada jam puncak. Konsentrasi CO, HC, dan PM2,5 yang berasal dari kendaraan bermotor pada sejumlah tahun dan lokasi melampaui baku mutu udara ambien nasional (PP No. 22 Tahun 2021), sedangkan emisi industri semen serta parameter SO2 dan PM10 secara umum masih di bawah ambang batas. Temuan ini menegaskan bahwa volume lalu lintas, bukan aktivitas industri, menjadi faktor dominan penurunan kualitas udara di wilayah studi, sehingga pengelolaan lalu lintas dan transportasi berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target SDG 11 di kawasan perkotaan dan peri-urban.