ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Collaborative Creativity (CC) learning model assisted by PhET simulations on the critical thinking skills of high school students in Physics. The research is motivated by the low critical thinking proficiency of Indonesian students, as indicated by the 2022 PISA results, and the inherent difficulty of mastering abstract Physics concepts through conventional methods.The study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent pretest-posttest control group design. The sample consisted of two classes: an experimental group taught using the CC model integrated with PhET virtual laboratories and a control group taught using conventional methods. The research instrument comprised an essay-based critical thinking test developed according to Ennis’s indicators. Data were analyzed using the Analysis of Covariance (ANCOVA). The results of the study showed that the implementation of the Collaborative Creativity model assisted by PhET simulations was significantly more effective in improving students' critical thinking skills than conventional learning. This research provides a theoretical and practical contribution to the development of innovative learning models in Physics education, highlighting the synergy between scientific collaboration, creativity, and digital visualization tools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Collaborative Creativity (CC) berbantuan simulasi PhET terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada mata pelajaran Fisika. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia berdasarkan data PISA 2022 serta tantangan dalam memahami konsep Fisika yang abstrak melalui metode konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain non-equivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, yakni kelas eksperimen yang menerapkan model CC berbantuan PhET dan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator Ennis. Teknik analisis data menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) untuk menguji signifikansi perbedaan peningkatan kemampuan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Collaborative Creativity berbantuan simulasi PhET secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pendidik dalam mengintegrasikan kolaborasi, kreativitas, dan laboratorium virtual sebagai solusi inovatif untuk memvisualisasikan konsep abstrak dalam pembelajaran Fisika.