Mathematical communication skills are an essential aspect of mathematics learning as they enable students to express ideas, concepts, and problem-solving processes systematically. However, in practice, students’ mathematical communication skills are still relatively low, particularly in understanding and interpreting mathematical concepts in various representations. This condition reveals a gap between curriculum expectations, which emphasize mathematical communication skills, and classroom practices that are still dominated by conventional learning methods with limited student engagement. Therefore, a learning model that can actively involve students in the learning process is required. This study aims to determine the improvement in the mathematical communication skills of 10th-grade students through the application of the Inquiry-Based Learning (IBL) model to the topic of sequences and series. The method used was a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 58 students, comprising 28 students in the experimental class and 30 students in the control class. Data collection was conducted using a mathematical communication skills test administered before and after the intervention. The results showed that the average N-Gain for mathematical communication skills in the experimental class was 0.76, categorized as high, while in the control class it was 0.20, categorized as low. The results of the Paired T-Test indicated a significant difference in students’ mathematical communication skills before and after the intervention (Sig. = 0.008 < 0.05). Thus, it can be concluded that the Inquiry-Based Learning model is effective in improving students’ mathematical communication skills in the topic of sequences and series. ABSTRAK Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika yang berperan dalam membantu siswa mengungkapkan ide, konsep, dan penyelesaian masalah secara sistematis. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah, terutama dalam memahami dan menginterpretasikan konsep matematis dalam berbagai bentuk representasi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan kurikulum yang menekankan keterampilan komunikasi matematis dengan kenyataan di kelas yang masih didominasi pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan aktivitas berpikir aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X melalui penerapan model Inquiry Based Learning (IBL) pada materi barisan dan deret. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian berjumlah 58 siswa yang terdiri dari 28 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan komunikasi matematis yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,76 dengan kategori tinggi, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,20 dengan kategori rendah. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan sesudah perlakuan (). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Inquiry Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi barisan dan deret.