Lydia Lydia
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ALAT MUSIK REBANA DAN MAKANAN TRADISIONAL PEMPEK PALEMBANG Stanley Reden; Maura Febrianti Hutahaean; Sara Situmorang; Jelita Efina Putri Lase; Lydia Lydia; Jeniper Panjaitan; Hanna Patricia Sihombing
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12839

Abstract

Traditional musical instruments and traditional foods have the potential to be studied from an ethnomathematical perspective. However, to date, no research has been found that specifically discusses the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek, Palembang, simultaneously. Therefore, this study was conducted to describe various ethnomathematical concepts found in the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek, Palembang. This study is important because it can make mathematics learning more contextual while supporting the preservation of local culture. This research is exploratory because it aims to find and describe the mathematical concepts contained in both cultural elements. The study uses a qualitative descriptive method with an ethnomathematical study. Data were obtained through literature studies, documentation, and interviews regarding the shape, size, manufacturing process, and cultural activities related to the rebana and pempek. The research stages include data collection, identification of cultural elements containing mathematical concepts, grouping mathematical concepts, and describing the similarities of mathematical concepts found in the two cultural elements, namely the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek. The results show that the rebana contains mathematical concepts in the form of disc, cylinder, and hemispherical geometry, dimensional ratios, and conversion of units of length. Meanwhile, Palembang pempek contains geometric concepts in the form of cylinders, discs, and hemispheres, as well as the concept of comparing ingredients and converting units of weight and volume in the manufacturing process. The exploration results also show similarities in mathematical concepts in both cultural objects, namely geometry, comparison, and unit conversion. This study shows that mathematics is present in the cultural practices of the community and can be used as a contextual learning resource. Thus, rebana and Palembang pempek have the potential to be used as mathematics learning media that also support the appreciation and preservation of local culture. ABSTRAK Alat musik tradisional maupun makanan tradisional memiliki potensi untuk dikaji dalam perspektif etnomatematika. Namun, hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek Palembang secara bersamaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai konsep etnomatematika yang ada pada alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek Palembang. Kajian ini penting karena dapat menjadikan pembelajaran matematika lebih kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bersifat eksploratif karena bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kedua unsur budaya tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian etnomatematika. Data diperoleh melalui studi literatur, dokumentasi, dan wawancara mengenai bentuk, ukuran, proses pembuatan, serta aktivitas budaya yang berkaitan dengan rebana dan pempek. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, identifikasi unsur budaya yang mengandung konsep matematika, pengelompokan konsep matematika, serta mendeskripsikan kesamaan konsep-konsep matematika yang terdapat pada dua unsur budaya, yaitu alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebana mengandung konsep matematika berupa geometri cakram, tabung, dan setengah bola, rasio dimensi, serta konversi satuan panjang. Sementara itu, pempek Palembang mengandung konsep geometri berupa tabung, cakram, dan setengah bola, serta konsep perbandingan bahan dan konversi satuan berat maupun volume dalam proses pembuatannya. Hasil eksplorasi juga menunjukkan adanya kesamaan konsep matematika pada kedua objek budaya, yaitu geometri, perbandingan, dan konversi satuan. Kajian ini menunjukkan bahwa matematika hadir dalam praktik budaya masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kontekstual. Dengan demikian, rebana dan pempek Palembang berpotensi digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang sekaligus mendukung apresiasi dan pelestarian budaya lokal.