Syamzaimar
Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Masyarakat Modern Nia Ramadhani; Syamzaimar
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jsers.v2i1.206

Abstract

This study aims to analyze the challenges of civic education in modern society and to formulate strategies for strengthening it among digital generations. The research employed a qualitative approach using a library research method through literature searches in Google Scholar, GARUDA, ERIC, Scopus, and accredited national journal portals. The data sources consisted of scholarly journal articles, academic books, proceedings, and relevant educational policy documents, with a focus on publications from the last five years (2022–2026). The literature was selected based on thematic relevance, source credibility, the presence of a DOI or clear publication identity, and full-text availability. The data were analyzed using content analysis through several stages: reading the literature, coding, grouping themes, interpreting relationships among categories, and developing thematic synthesis. The findings reveal that the challenges of civic education are not limited to low digital literacy, the spread of hoaxes, and declining nationalism, but also include the weak internalization of national values, changes in social interaction patterns, and a gap between civic knowledge and students’ civic behavior. These findings indicate that civic education in the modern era remains largely theoretical and has not fully responded to digital social realities. Therefore, strengthening civic education needs to be directed toward the integration of digital literacy, character education, participatory learning, civic engagement, and the contextual use of educational technology. The main contribution of this study is the emphasis that civic education should be understood as a process of building civic awareness that is adaptive, ethical, and participatory in digital spaces. This study offers a framework for strengthening civic education that not only stresses knowledge acquisition, but also develops critical thinking, social responsibility, cultural resilience, and the ability to participate in democratic life.
Penguatan Moral dan Etika Sosial melalui Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai Keagamaan Shauqi Alfitra Nasution; Syamzaimar
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i3.1774

Abstract

Penguatan moral dan etika sosial menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan modern, terutama di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital yang memengaruhi perilaku serta interaksi sosial peserta didik. Pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai keagamaan dipandang mampu menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai keagamaan dalam penguatan moral dan etika sosial peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik relevan yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai keagamaan dalam pendidikan kewarganegaraan memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap jujur, toleransi, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik. Selain itu, penerapan nilai moral dan etika sosial dalam proses pembelajaran mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan saling menghargai. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, pengaruh media sosial, dan kurangnya inovasi dalam strategi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengoptimalkan implementasi pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai keagamaan untuk memperkuat moral dan etika sosial peserta didik.