This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ide Bahasa
Kemal Fayzan Kareem Gultom
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHASA DALAM PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI Kemal Fayzan Kareem Gultom; Pradhita Aurilia Wulandari; Muhammad Saifullah; Ranti Nasywa Ardhani; Muhammad Azka Rizaldi; Mochamad Whilky Rizkyanfi
IdeBahasa Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Idebahasa Vol 8 No 1 Juni 2026
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v8i1.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana ketepatan bahasa berperan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek Konstruksi pada mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2025. RAB bukan sekedar dokumen perencanaan biaya semata, melainkan juga berfungsi sebagai media komunikasi teknis yang menuntut penggunaan bahasa yang jelas, tepat, dan konsisten, sebab ketika bahasa yang digunakan tidak cermat, potensi multitafsir pun terbuka lebar dan dapat berujung pada kesalahan nyata dalam pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, digunakan metode campuran (mixed method) dengan tiga teknik pengumpulan data, yaitu kuesioner kepada 80 responden, analisis terhadap 10 dokumen RAB, serta wawancara semi-terstruktur kepada 4 responden terpilih, yang seluruhnya dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada lima indikator utama berupa ketepatan ejaan, ketepatan istilah, kejelasan deskripsi pekerjaan, konsistensi, dan ambiguitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kesalahan kebahasaan mencapai 45,28% dengan kesalahan paling dominan ditemukan pada aspek penggunaan istilah teknis. Meskipun secara konseptual mahasiswa sebenarnya memahami betapa pentingnya ketepatan bahasa dalam RAB, pemahaman itu belum sepenuhnya terwujud dalam praktik penyusunan dokumen yang mereka lakukan. Hasil wawancara turut mengungkap akar permasalahannya, yakni kurangnya pengalaman, ketergantungan pada referensi yang tidak terstandar, serta rendahnya kesadaran untuk memverifikasi istilah yang digunakan menjadi faktor-faktor utama yang melatarbelakangi kesalahan tersebut, sehingga pada akhirnya temuan ini menegaskan adanya kesenjangan yang nyata antara pemahaman konseptual dan kemampuan praktik mahasiswa yang menuntut penguatan kemampuan komunikasi teknis dalam proses pembelajaran demi meningkatkan kualitas penyusunan RAB secara menyeluruh.