Fitria Yuliani
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI UMKM MINUMES BENGKULU DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN KONSUMEN Ipan Julianto; Fitria Yuliani
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10755

Abstract

This study aims to analyze Minumes Bengkulu’s use of Instagram as a promotional medium and to identify the marketing communication strategies employed to increase consumer engagement. The study employs a descriptive qualitative approach involving five informants, comprising Instagram account managers, store managers, and active Minumes Bengkulu customers. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The results indicate that Instagram is utilized optimally through the use of photo posts, promotional videos, Instagram Stories, and Direct Messages (DMs) to foster interaction with consumers. The implemented promotional strategies focus on presenting visually appealing content, maintaining posting consistency, and engaging in two-way communication with customers. The research findings indicate that the utilization of Instagram features is capable of increasing consumer engagement, as demonstrated by high levels of response in the form of comments, direct messages, and interactions with uploaded content. In addition to serving as a promotional medium, Instagram also serves as a means of building closer relationships between businesses and customers. This study contributes to the development of research on digital marketing communication by demonstrating how social media can be utilized by SMEs to build consumer engagement through interactive communication strategies. In practical terms, the findings of this study can serve as a reference for SME operators in optimizing the use of Instagram as an effective and sustainable promotional medium. Keywords: Instagram, digital marketing communication, promotion, consumer engagement, SMEs.
KONSTRUKSI IDENTITAS AYAH TUNGGAL DALAM SINEMA INDONESIA: STUDI KASUS FILM SEJUTA SAYANG UNTUKNYA Wita Ramadanti; Fitria Yuliani
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8523

Abstract

Di Indonesia kehidupan rumah tangga lebih didominasi oleh peran ibu, terutama dalam urusan rumah dan mengurus anak. Sedangkan seorang Ayah hanya fokus bekerja mencari nafkah. Biasanya ibu yang bertugas mengurus anak karena budaya kita masih menganut sistem patriarki. Tapi sekarang, mulai ada fenomena ayah tunggal yang menjadi topik menarik dalam film Indonesia. Film "Sejuta Sayang Untuknya" karya Herwin Novianto adalah salah satu film yang mengangkat cerita ayah tunggal dengan sudut pandang yang berbeda dari film keluarga lainnya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana sosok ayah tunggal digambarkan dalam film tersebut, terutama bagaimana perubahan pandangan tentang peran pria dan ayah di Indonesia. Penelitian menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk mempelajari gambar dan cerita dalam film. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana makna tentang ayah tunggal dibentuk melalui cara pengambilan gambar, percakapan, dan jalan cerita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang memberikan hasil penelitian berupa penggambaran dnegan kata-kata bukan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film "Sejuta Sayang Untuknya" menggambarkan ayah tunggal sebagai sosok yang berbeda dari stereotip pria pada umumnya. Hal ini terlihat dari bagaimana tokoh ayah mampu melakukan pekerjaan rumah tangga, menunjukkan perasaan yang lembut, dan mengutamakan kepentingan anak daripada dirinya sendiri. Film ini menciptakan gambaran baru tentang "ayah yang ideal" yaitu ayah yang tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga merawat anak dengan penuh perhatian.Gambaran ayah seperti ini menunjukkan bentuk kejantanan yang lebih terbuka dan manusiawi. Kata Kunci: Konstruksi Identitas, Ayah Tunggal, Film, Semiotika Roland Barthes
REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL MELALUI GAYA BUSANA TOKOH UTAMA SERIAL EMILY IN PARIS MUSIM PERTAMA Ersa Indriani Safitri; Fitria Yuliani
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8539

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi identitas sosial melalui gaya busana tokoh utama dalam serial Emily in Paris musim pertama dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Gaya busana tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai sistem tanda yang menyampaikan makna pada tiga level: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana Emily Cooper menjadi sarana komunikasi visual yang menggambarkan pergulatan antara identitas personal dan struktur sosial budaya yang baru ia masuki. Gaya busananya mencerminkan ketegangan antara nilai-nilai budaya Amerika yang ekspresif dan individualistis dengan budaya Prancis yang simbolik dan eksklusif. Sepanjang narasi, terjadi transformasi identitas sosial Emily melalui proses negosiasi, adaptasi, dan internalisasi norma-norma lokal. Gaya busana menjadi alat artikulasi identitas yang bersifat dinamis, reflektif, dan transformatif. Penelitian ini menegaskan bahwa busana merupakan medium penting dalam mengonstruksi, menyampaikan, dan mengafirmasi posisi sosial individu dalam jaringan relasi budaya yang kompleks. Kata Kunci: Representasi, Identitas Sosial, Gaya Busana