Zalia Azhara Paputungan
Institut Agama Islam Negeri Sorong Papua Barat Daya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Profesionalisme Guru Dalam Menghadapi Pendidikan Inklusif: Studi Literatur Zalia Azhara Paputungan; Nazwa Nur Fatimah; Olivia Wulandari Tehupuring; Riska Latifatul Husna
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya InovasiĀ Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.478

Abstract

Keberagaman siswa merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, khususnya dalam konteks penerapan pendidikan inklusif. Perbedaan latar belakang budaya, bahasa, agama, sosial ekonomi, kemampuan akademik, serta kebutuhan khusus menuntut guru memiliki profesionalisme yang tinggi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara adil, efektif, dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tantangan profesionalisme guru dalam menghadapi keberagaman siswa melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik profesionalisme guru, pendidikan inklusif, dan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru menghadapi sejumlah tantangan utama, antara lain keterbatasan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, pengelolaan kelas yang heterogen, komunikasi lintas budaya, serta pelaksanaan penilaian yang objektif dan adil. Selain itu, tantangan juga muncul dari aspek sikap dan persepsi guru, seperti adanya bias, stereotip, dan resistensi terhadap perubahan. Faktor kelembagaan, termasuk kurikulum yang kurang fleksibel, keterbatasan pelatihan, serta rendahnya literasi digital, turut memengaruhi tingkat profesionalisme guru. Oleh karena itu, penguatan profesionalisme guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan yang memadai. Dengan profesionalisme yang kuat, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan menghargai keberagaman siswa.