Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Fanten pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Fanten berlangsung melalui pendekatan kultural dan partisipatif, yaitu: (1) Melalui pembacaan shalawat, doa bersama, serta pengisahan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. (2) Proses ini didukung oleh keteladanan tokoh agama dan keterlibatan aktif masyarakat, sehingga nilai-nilai Islam dapat tertanam secara berkelanjutan dalam kehidupan sosial. (3) Nilai-nilai pendidikan Islam yang terinternalisasi dalam tradisi Fanten meliputi nilai aqidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak. Nilai aqidah tercermin dalam penguatan keimanan kepada Allah SWT dan pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Nilai ibadah terlihat dalam pelaksanaan shalawat, doa, serta aktivitas sosial yang dilakukan dengan niat karena Allah. Sedangkan nilai akhlak tercermin dalam sikap kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial masyarakat. Dengan demikian, tradisi Fanten memiliki makna penting sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang efektif dalam membentuk kepribadian masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya yang berbasis budaya lokal