Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana dan Optimalisasi Digital Marketing pada UMKM Laundry di Sleman Zenobius Meo Pasu
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/fyd1hd69

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk sektor jasa laundry di Sleman. Namun, pelaku usaha seperti Queen Fresh Laundry dan Ninik Laundry masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang belum sistematis serta pemasaran digital yang terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi UMKM tersebut dalam menyusun sistem pencatatan keuangan sederhana serta menerapkan strategi digital marketing guna memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan meliputi survei UMKM, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa melalui pendampingan, pemilik UMKM mampu memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, melakukan pencatatan transaksi harian, serta memanfaatkan Instagram sebagai sarana promosi. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. 
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Virgin Coconut Oil dan Diversifikasi Produk Berbasis Virgin Coconut Oil dalam Mendukung SDGs di Kalurahan Depok, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Adriana Iyas; Hafidz Ramadhan Fajri; Zenobius Meo Pasu; Muhamad Prilleo; Adeline Jocelyn Chandra; Maria Cristin Nahak; Arista Diah Puspitasari; Erika Upik Wangge
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.985

Abstract

Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi kelapa yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), memanfaatkan hasil samping berupa blondo menjadi minyak klentik, serta mengembangkan produk turunan berbasis VCO. Kegiatan dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sejak 2 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini, dengan melibatkan 30 peserta dari Dukuh 4 dan Dukuh 11.. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tujuh tahapan, yaitu identifikasi kondisi peserta, pembentukan kelompok usaha bersama, sosialisasi dan pelatihan, praktik produksi VCO, pemanfaatan hasil samping dan diversifikasi produk, penguatan pengelolaan usaha, serta evaluasi dan tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui observasi, percakapan informal, catatan lapangan, daftar hadir, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 28 peserta (93,3%) mampu menyelesaikan proses produksi VCO dengan pendampingan minimal, sedangkan 27 peserta (90%) mampu mengikuti pemanfaatan blondo menjadi minyak klentik. Dari 40 butir kelapa diperoleh sekitar 1,83 L VCO dan 0,49 L minyak klentik. Diversifikasi menghasilkan masing-masing 50 unit sabun, balsem, dan lip balm berbasis VCO dengan tingkat penguasaan peserta berturut-turut 90%, 86,7%, dan 83,3%. Pada aspek pengelolaan usaha, 23 peserta (76,7%) mampu menghitung HPP dan 18 peserta (60%) mampu mengisi pembukuan sederhana. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas dan peluang pengembangan nilai tambah kelapa melalui diversifikasi produk, tetapi keberlanjutan produksi, konsistensi kualitas, pengelolaan usaha, dan pemasaran masih memerlukan pendampingan lanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Virgin Coconut Oil dan Diversifikasi Produk Berbasis Virgin Coconut Oil dalam Mendukung SDGs di Kalurahan Depok, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Adriana Iyas; Hafidz Ramadhan Fajri; Zenobius Meo Pasu; Muhamad Prilleo; Adeline Jocelyn Chandra; Maria Cristin Nahak; Arista Diah Puspitasari; Erika Upik Wangge
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.985

Abstract

Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi kelapa yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), memanfaatkan hasil samping berupa blondo menjadi minyak klentik, serta mengembangkan produk turunan berbasis VCO. Kegiatan dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sejak 2 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini, dengan melibatkan 30 peserta dari Dukuh 4 dan Dukuh 11.. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tujuh tahapan, yaitu identifikasi kondisi peserta, pembentukan kelompok usaha bersama, sosialisasi dan pelatihan, praktik produksi VCO, pemanfaatan hasil samping dan diversifikasi produk, penguatan pengelolaan usaha, serta evaluasi dan tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui observasi, percakapan informal, catatan lapangan, daftar hadir, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 28 peserta (93,3%) mampu menyelesaikan proses produksi VCO dengan pendampingan minimal, sedangkan 27 peserta (90%) mampu mengikuti pemanfaatan blondo menjadi minyak klentik. Dari 40 butir kelapa diperoleh sekitar 1,83 L VCO dan 0,49 L minyak klentik. Diversifikasi menghasilkan masing-masing 50 unit sabun, balsem, dan lip balm berbasis VCO dengan tingkat penguasaan peserta berturut-turut 90%, 86,7%, dan 83,3%. Pada aspek pengelolaan usaha, 23 peserta (76,7%) mampu menghitung HPP dan 18 peserta (60%) mampu mengisi pembukuan sederhana. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas dan peluang pengembangan nilai tambah kelapa melalui diversifikasi produk, tetapi keberlanjutan produksi, konsistensi kualitas, pengelolaan usaha, dan pemasaran masih memerlukan pendampingan lanjutan.