Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Asam terhadap Proses Regenerasi Spent bleaching earth Limbah Pemurnian CPO. Pengembangan sektor industri di Indonesia sangat pesat sehingga turut meningkatkan aktivitas perdagangan internasional, khususnya pada industri kelapa sawit. Dalam perekonomian Indonesia, minyak kelapa sawit menjadi komoditas ekspor utama nonmigas yang memiliki peranan penting. Pada industri minyak nabati, Crude palm oil (CPO) harus melalui beberapa tahapan pemurnian yaitu degumming, netralisasi, bleaching, dan deodorisasi sebelum diolah menjadi produk seperti minyak goreng. Salah satu limbah terbesar yang dihasilkan dari proses tersebut adalah Spent bleaching earth (SBE), yaitu adsorben bekas dari proses bleaching yang masih mengandung minyak dan senyawa pengotor sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya regenerasi SBE agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai adsorben pada proses pemucatan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis asam dan konsentrasi asam terhadap proses regenerasi Spent bleaching earth serta menentukan kondisi optimum berdasarkan nilai efisiensi pemucatan (power bleach). Penelitian dilakukan menggunakan larutan asam klorida (HCl) dan asam sulfat (H₂SO₄) dengan variasi konsentrasi 0,5; 1; dan 1,5 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi pemucatan menggunakan HCl secara berturut-turut sebesar 44,44%; 30,00%; dan 18,18%, sedangkan menggunakan H₂SO₄ sebesar 36,84%; 23,81%; dan 13,04%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan HCl 0,5 N memberikan efisiensi pemucatan terbaik dan telah memenuhi persyaratan SNI 136336-2000 dengan nilai efisiensi pemucatan kimia lebih dari 40%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi asam mempengaruhi kemampuan regenerasi adsorben serta karakteristik kimia Spent bleaching earth hasil regenerasi.