Perkembangan media digital telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial dalam lingkungan keluarga, termasuk pada kelompok ibu rumah tangga. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya penyebaran hoaks, rendahnya kemampuan verifikasi informasi, dan ancaman terhadap keamanan informasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program literasi media bagi ibu rumah tangga melalui penguatan hoax resistance, digital confidence, dan family information safety. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada ibu rumah tangga pengguna media digital yang aktif menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hoax resistance ibu rumah tangga berada pada kategori sedang, terutama pada aspek verifikasi informasi dan identifikasi berita palsu. Digital confidence responden berada pada kategori sedang menuju tinggi, namun masih ditemukan keterbatasan dalam penggunaan fitur keamanan digital dan perlindungan data pribadi. Family information safety juga berada pada kategori sedang karena sebagian responden belum menerapkan pengamanan informasi keluarga secara optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoax resistance dan digital confidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap family information safety. Penelitian ini menegaskan bahwa program literasi media berbasis keluarga penting dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ketahanan terhadap hoaks, dan keamanan informasi digital dalam lingkungan rumah tangga.