Penelitian ini menganalisis secara sosiologis fenomena komodifikasi kualitas layanan pendidikan pada sekolah dasar pada sekolah dasar negeri yang berada di kawasaadat penduduk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini mengkaji strategi pemasaran yang diterapkan oleh SDN 1 Kedungwringin dalam membangun daya tarik dan mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan antar lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memanfaatkan berbagai strategi pemasaran, baik melalui media digital maupun komunikasi interpersonal, untuk membentuk citra positif dan menonjolkan keunggulan layanan yang dimiliki. Pemanfaatan media sosial secara konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas sekolah serta memperkuat persepsi masyarakat terhadap pendidikan yang ditawarkan. Selain itu, lokasi sekolah yang mudah dijangkau dan berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang didukung oleh pengalaman positif orang tua dan peserta didik menjadi strategi promosi yang paling efektif dalam lingkungan perkotaan yang padat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komodifikasi kualitas layanan pendidikan pada sekolah dasar negeri merupakan konsekuensi dari meningkatnya kompetisi dalam sektor pendidikan. Meskipun demikian, praktik tersebut perlu dikelola secara proporsional agar orientasu pemasaran tidak menggeser fungsi utama sekolah sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada peningkatan mutu layanan, pembentukan karakter, dan kepentingan peserta didik.