Novia Indah Ramadhani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konflik Batin pada Tokoh Utama “Bambang” dalam Novel Sendiri Karya Tere Liye: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Novia Indah Ramadhani; Moh. Ahsan Shohifur Rizal
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nx9dad90

Abstract

Penelitian mengenai konflik batin tokoh utama dalam novel Sendiri karya Tere Liye penting dilakukan karena karya sastra tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga merefleksikan kompleksitas kehidupan psikologis manusia. Konflik batin tokoh utama menggambarkan persoalan emosional seperti kehilangan, kerinduan, dan kesulitan menerima kenyataan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama berdasarkan struktur kepribadian id, ego, dan superego, serta mengidentifikasi mekanisme pertahanan diri yang digunakannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Data penelitian berupa kutipan kalimat, dialog, dan paragraf dalam novel yang menunjukkan konflik batin serta mekanisme pertahanan diri tokoh utama. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, superego, dan mekanisme pertahanan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama mencakup tiga struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan superego. Aspek yang paling dominan adalah ego, yang berfungsi menyeimbangkan dorongan id dan tuntutan moral superego. Dominasi ego terlihat melalui upaya tokoh dalam memahami realitas, mengendalikan emosi, dan menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Selain itu, ditemukan berbagai mekanisme pertahanan diri, yaitu represi, proyeksi, sublimasi, pengalihan, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi, apatis, dan fantasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama berkaitan erat dengan pengalaman kehilangan dan kerinduan yang mendorong penggunaan mekanisme pertahanan diri sebagai upaya menjaga keseimbangan psikologis dalam menghadapi realitas hidup.