Naufal Haris Fadilah
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Al-Alusi dan sains modern: penafsiran Al-Alusi terhadap ayat kauniyah (Al-Zumar: 5) dalam kitab Tafsir Ruh al-Ma’ani Amiruddin Tayib Harahap; Jima Erida; Mirna Putri; Nikmatul Khairiyah; Naufal Haris Fadilah; Ali Musolli Sohibi Harahap
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027122jpgi0005

Abstract

Tafsir Ruh al-Ma’ani  karya Al-Alusi merupakan kitab tafsir ensiklopedis abad ke-19 yang dikenal memuat berbagai corak penafsiran, termasuk corak ilmi yang mengintegrasikan teori-teori sains dalam penjelasan ayat-ayat kauniyah. Namun, praktik konkret penafsiran ilmiah Al-Alusi beserta kesesuaiannya dengan teori sains modern, khususnya pada QS. al-Zumar ayat 5, belum dikaji secara spesifik dalam penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penafsiran Al-Alusi terhadap QS. al-Zumar ayat 5, mengidentifikasi sisi ilmiah yang terkandung di dalamnya, serta menyingkap corak isyari yang menyertai penafsirannya terhadap ayat kauniyah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan teknik analisis konten, bersumber pada kitab Ruh al-Ma'ani sebagai data primer yang didukung literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Alusi menyatakan terjadinya siang dan malam bergantung pada pergerakan benda-benda langit, yang selaras dengan teori rotasi bumi dalam astronomi modern. Ia juga menegaskan bahwa matahari bersifat bergerak, bukan diam sebagai pusat mutlak, dan bahkan menyebutkan informasi dari ilmuwan Eropa bahwa matahari bergerak mengelilingi pusat lain. Pernyataan yang bersesuaian dengan teori orbit galaktik matahari yang dikemukakan oleh William Herschel. Di samping itu, Al-Alusi tetap menyertakan penafsiran isyari pada ayat yang sama, mengungkap dimensi spiritual berupa kondisi batin para sālikīn dalam perjalanan menuju Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Alusi adalah mufasir multidimensi yang mampu memadukan pendekatan ilmiah, lughawi, dan sufistik secara integratif, sehingga tafsirnya menjadi jembatan antara wahyu, tradisi keilmuan Islam, dan perkembangan sains abad ke-19.