Muhammad Gangsar Adhiya Rizky
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Geologi dan Hubungan Karakteristik Fisik Batubara Berdasarkan Lingkungan Pengendapan Pada Daerah Separi, Kec. Tenggarong Seberang, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Muhammad Gangsar Adhiya Rizky; Novrijal Ramadhany; Bayu Satrio Nugroho; Setia Pambudi
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3621

Abstract

Ketidakseragaman variasi karakteristik fisik batubara merekam kondisi pembentukan gambut untuk mendukung penafsiran lingkungan pengendapan batubara, sehingga pemahaman faktor pengendalinya menjadi kunci untuk memprediksi sebaran batubara serta mendukung dalam kegiatan eksplorasi. Formasi Balikpapan Daerah Separi blom terpetakan secara terpadu pada Lingkungan pengendapan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi geologi daerah penelitian, menganalisis karakteristik fisik batubara, menafsirkan lingkungan pengendapannya, dan mengungkap hubungan sistematik di antara keduanya. Metode penelitian mencakup pemetaan geologi permukaan, analisis data well logging, analisis maseral, serta identifikasi palinologi. Seluruh data tersebut diintegrasikan melalui interpretasi litofasies dan diagram fasies batubara TPI-GI serta GWI-VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas dua satuan batuan tak resmi dalam Formasi Balikpapan berumur Miosen Tengah, yaitu Satuan Batupasir dan Satuan Batulempung Balikpapan. Pada daerah tersebut berkembang sesar naik Separi bertipe left reverse slip fault. Batubara terekam pada enam seam, yakni seam 1, 2, 4, 9, 10, dan 11, dengan delapan litotipe yang mencerminkan ragam kondisi pembentukannya. Komposisi maseral didominasi vitrinit dengan collodetrinit sebagai penyusun utama dan menghasilkan nilai GI yang tinggi (0,2-52,54) nilai tersebut menandakan gelifikasi intensif pada lingkungan pengendapan marsh wet memiliki tingkat oksigen yang rendah dikarenakan genangan air yang tinggi menciptakan kondisi anoksik (minim oksigen). Sistem pengendapan ditafsirkan sebagai lower delta plain yang dicirikan oleh empat asosiasi fasies, yaitu channel, interdistributary bay, crevasse splay, dan swamp, serta diperkuat oleh asosiasi palinologi penciri back mangrove. Karakteristik fisik batubara mencerminkan lingkungan pengendapannya terhadap keberadaan litotipe bright coal dan banded bright coal yang kaya vitrinit terbentuk pada rawa stabil, sedangkan dull coal, shaly coal, dan claystone berpengotor tinggi berkembang pada interdistributary bay. Pirit framboidal pada seam 1, 9, dan 11 merekam intrusi air laut pada lingkungan anoksik.