Moch. Mahdiyan Nasikhin
Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Berbasis Data dalam Peningkatan Kompetensi Guru: Implementasi Fungsi Poac Melalui Pemanfaatan Rapor Pendidikan di SD Negeri 1 Bandengan Moch. Mahdiyan Nasikhin; Agus Rahmanto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i6.9999

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan di SD Negeri 1 Bandengan, Kabupaten Cirebon. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 informan, observasi partisipatif, analisis dokumen, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Fungsi perencanaan berbasis data Rapor Pendidikan 2025 mengidentifikasi penurunan literasi 21,71% dan numerasi 9,26%, menghasilkan program komprehensif berupa 5 workshop internal dan 3 Komunitas Belajar Profesional (KBP); (2) Pengorganisasian melalui Tim Pengembang Sekolah dengan model kepemimpinan distributif dan alokasi 1,5% Dana BOS (Rp 24 juta); (3) Pelaksanaan menghasilkan tingkat partisipasi 98,60% dan kepuasan 93,4% melalui supervisi klinis humanis dan lesson study; (4) Pengawasan sistematis berjenjang menghasilkan peningkatan rata-rata skor kompetensi guru 11,25% dan self-assessment 17,04%. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi POAC dengan data Rapor Pendidikan mentransformasi kepemimpinan berbasis intuisi menjadi kepemimpinan berbasis data, menciptakan budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan.
Implementasi PPDB Online Terpadu dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Administrasi di Yayasan Khas Kempek Khotibul Umam; Moch. Mahdiyan Nasikhin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i1.9641

Abstract

Digitalisasi pendidikan, khususnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB), menjadi krusial di era teknologi saat ini. Yayasan KHAS Kempek, sebagai lembaga pendidikan Islam, menghadapi tantangan administratif dalam PPDB konvensional. Digitalisasi sistem PPDB diperlukan untuk meningkatkan  efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan, sejalan dengan visi yayasan untuk berinovasi dan memberikan layanan pendidikan berkualitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi,  sumber daya, disposisi (sikap pelaksana), dan struktur organisasi berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan administrasi dengan teori servqual di yayasan KHAS Kempek. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, studi ini dilakukan di Yayasan KHAS Kempek. Data primer  diperoleh melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait, didukung  data sekunder dari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PPDB Online Terpadu di Yayasan KHAS Kempek berjalan dengan baik. Faktor komunikasi yang efektif melalui berbagai media digital mampu meningkatkan kejelasan informasi kepada masyarakat. Ketersediaan sumber daya yang memadai, baik perangkat teknologi, aplikasi DIMASKHAS, maupun sumber daya manusia yang terlatih, mendukung kelancaran proses pendaftaran. Disposisi pelaksana yang positif tercermin dari sikap ramah, responsif, dan berorientasi pelayanan. Selain itu, struktur organisasi yang sistematis dengan pembagian tugas yang jelas memperkuat koordinasi dan akuntabilitas pelayanan administrasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi PPDB Online Terpadu mampu meningkatkan mutu pelayanan administrasi secara lebih efisien, transparan, dan responsif. Sistem ini memberikan pengalaman pendaftaran yang lebih mudah dan memuaskan bagi masyarakat. Disarankan agar yayasan terus memperkuat struktur dan sistem teknologi, panitia meningkatkan keterampilan teknis, tim IT  mengembangkan fitur (misalnya FAQ), dan pendaftar lebih aktif mengikuti  informasi resmi.