Kevin Tyo Zafi
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI DI LINI SEWING PRODUK TM6535S24 MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD ANALYSIS DAN LINE BALANCING DENGAN SIMULASI EXTENDSIM Zainal Fanani Rosyada; Kevin Tyo Zafi
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan order produk Adidas Golf TM6535S24 di PT XYZ dari 345 pcs menjadi 588 pcs per hari menimbulkan gap kapasitas sebesar 243 pcs pada lini sewing. Layout berbentuk U dengan 46 operator belum mampu memenuhi target produksi sehingga diperlukan evaluasi kapasitas secara terukur. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan tenaga kerja dan mesin serta merancang perbaikan layout untuk mencapai target produksi. Pengukuran waktu kerja dilakukan menggunakan metode Stopwatch Time Study untuk memperoleh waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating metode Westinghouse dan allowance. Kebutuhan tenaga kerja dihitung menggunakan Workload Analysis, kemudian divalidasi melalui simulasi Discrete Event Simulation menggunakan software Extendsim dengan beberapa skenario perbaikan. Hasil penelitian menghasilkan tiga skenario yaitu Workload Analysis, Line Balancing, dan kombinasi keduanya. Seluruh skenario mampu memenuhi target produksi dengan output di atas 596 pcs per hari. Skenario Workload Analysis menghasilkan output 596,32 pcs per hari dengan line efficiency 69,72% dan 56 operator. Skenario Line Balancing menghasilkan output 596,20 pcs per hari dengan line efficiency 70,82% dan 56 operator. Skenario kombinasi menghasilkan output 596,26 pcs per hari dengan line efficiency tertinggi sebesar 73,03% dan jumlah operator paling sedikit yaitu 55 orang. Skenario kombinasi juga menghasilkan biaya total terendah sebesar Rp228.307.716,94 dan biaya overtime sebesar Rp24.713.721,94. Implementasi skenario ini meningkatkan output sebesar 72,7% dan line efficiency sebesar 18,21 poin dibandingkan kondisi awal. Perbaikan layout menjadi straight line mampu memperlancar aliran material dan mengurangi bottleneck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Workload Analysis dan Line Balancing efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi lini, dan pengendalian biaya.