Narapidana merupakan individu yang rentan terhadap kondisi cenderung tidak memiliki makna hidup yang dapat menjadi sebab sekaligus akibat individu ditahan di Lapas. Bibliotherapy merupakan suatu intervensi yang dapat memengaruhi peningkatan makna hidup pada narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bibliotherapy dalam meningkatkan makna hidup narapidana pada Lapas Kelas II B Takalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif eksperimen pretest – posttest control group design. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 20 subjek yang terbagi kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala makna hidup. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik independent t-test dengan mann-whitney u test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat makna hidup antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,000, mean gain score kelompok eksperimen= 26,2 dan kelompok kontrol= 1,6) Nilai p menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji Wilcoxon Singed-rank kelompok eksperimen (p=0,005, mean score pretest= 76,3 dan mean score posttest= 102,5) yang menunjukkan terdapat peningkatan skor setelah pemberian perlakuan. Pada kelompok kontrol (p=0,016, mean score pretest= 79,3 dan mean score posttest= 77,9) menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat makna hidup berdasarkan tingkat perbandingan pretest dan posttest. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi narapidana mengenai pentingnya memiliki makna hidup agar dapat mejalani hidup lebih baik setelah bebas dari masa tahanan.