Haviza Anjani
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Coping Terhadap Resiliensi Remaja Korban Pelecehan Seksual Online Naomi Soetikno; Haviza Anjani
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Volume 2. No 2. Tahun 2022
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v2i2.19

Abstract

Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja, termasuk di ranah digital (internet). Jumlah korban pelecehan seksual online tidak sedikit, bahkan dapat mengalami dampak psikologis (cemas, takut, depresi, dan trauma), menarik diri dari kehidupan sosial, dan kerugian ekonomi. Untuk dapat bangkit dari keterpurukan atau resilien akibat pelecehan seksual online diperlukan adanya coping dalam menghadapi masalah. Coping strategy memiliki dua bentuk, yakni problem-focused coping dan emotion-focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh coping terhadap resiliensi pada remaja korban pelecehan seksual online. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 100 remaja yang terdiri dari remaja laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 13 sampai 18 tahun yang pernah menjadi korban pelecehan seksual online. Alat ukur yang digunakan adalah translasi dari The Ways of Coping oleh Lazarus dan Folkman (1984) dan Resilience Quotient Test oleh Reivich dan Shatte (2002) dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa strategi coping berpengaruh secara signifikan terhadap resiliensi pada remaja korban pelecehan seksual online (R2 = 56,9%). Problem-focused coping tidak berpengaruh secara signifikan (sig.= 0,225 > 0,05) terhadap resiliensi pada remaja korban pelecehan seksual online. Sedangkan, emotion-focused coping berpengaruh secara signifikan (sig.= 0,001 < 0,05) terhadap resiliensi pada remaja korban pelecehan seksual online.