Ariyanti Kusuma Dewi
Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KRITERIA 4T PADA PASIEN ISPA DI TIGA RUMAH SAKIT JAWA BARAT Ariyanti Kusuma Dewi; Andi Ahriansyah; Tyssa Mariyana
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.626

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling sering ditemukan di Indonesia dengan prevalensi mencapai 42,51% di wilayah Jawa Barat pada tahun 2022. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan resistensi antimikroba secara global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di tiga rumah sakit di Jawa Barat berdasarkan kriteria 4T yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat interval serta durasi. Penelitian menggunakan desain observasi retrospektif multi-senter terhadap 272 pasien ISPA yang terdiri dari 177 anak dan 95 dewasa, dengan data dikumpulkan dari rekam medis elektronik dan manual sesuai pedoman nasional dan standar internasional yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat rasionalitas yang tinggi dengan tepat indikasi 89,34%, tepat obat 87,87%, tepat dosis 100%, tepat interval 100%, dan tepat durasi 100%, sehingga rasionalitas keseluruhan penggunaan antibiotik mencapai 87,87%, jauh melebihi rata-rata nasional sebesar 62,4%. Penggunaan antibiotik spektrum luas seperti cefixime dan ceftriaxone mendominasi pada anak-anak, meskipun pedoman merekomendasikan amoxicillin sebagai pilihan utama untuk kasus ISPA non-komplikasi. Rasionalitas penggunaan antibiotik pada anak lebih tinggi dibandingkan dewasa rawat jalan (?97% vs 61,33%, p<0,001). Temuan penelitian ini mendukung prioritas National Action Plan on Antimicrobial Resistance (2024-2029) dalam memperkuat program antimicrobial stewardship khususnya pada layanan primer dewasa melalui pre-authorization, audit-feedback, dan electronic Decision Support System berbasis klasifikasi AWaRe.