Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Green Finance sebagai Instrumen Strategis Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul Metta Nur Herliana; Nadia Shifanni; Firre An Suprapto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10330

Abstract

Perubahan iklim dan degradasi lingkungan mendorong kebutuhan akan instrumen pembiayaan yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi implementasi green finance dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Nglanggeran sebagai model pariwisata berkelanjutan, serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap jurnal ilmiah, laporan pemerintah, serta regulasi terkait green finance dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Nglanggeran memiliki potensi kuat sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang didukung oleh kekayaan ekologis Gunung Api Purba, pendekatan Community Based Tourism, serta kolaborasi multipihak yang telah terjalin. Implementasi green finance melalui empat instrumen utama, yaitu green investment, green banking, green bonds, dan tanggung jawab sosial perusahaan berbasis lingkungan, memberikan dampak positif yang terintegrasi pada dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi, pembiayaan hijau mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal. Secara sosial, green finance memperkuat partisipasi dan kapasitas kelembagaan masyarakat. Secara lingkungan, instrumen ini mendukung konservasi kawasan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan energi terbarukan. Keberhasilan implementasi memerlukan sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, perusahaan swasta, dan masyarakat, serta penguatan literasi keuangan komunitas desa wisata.