p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Stock Peternakan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS FISIK DAN NUTRISI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN PENAMBAHAN DAUN INDIGOFERA DAN SUPLEMEN ORGANIK CAIR infitria infitria; Trinop Sagiarti; Gustia Kusuma W; Gusparia Gusparia; Putri Damela; Dewi Sartika
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1910

Abstract

Hijauan merupakan kebutuhan utama ternak ruminansia yang sangat mempengaruhi produktivitas ternak. Silase merupakan teknologi untuk meningkatkan kandungan nutrisi pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi siilase rumut gajah dengan penambahan daun indigofera berupa kandungan Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, Air, Abu. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan setiap perlakuan. Perlakuan pada penelitian ini merupakan penambahan dan Indigofera dan suplemen organik cair (GDM) pada level yang berbeda beda. P0: Rumput gajah 2000gram tanpa campuran apapun, P1: Rumput gajah 1700gram + indigofera 15% + SOC 5 ml , P2: Rumput gajah 1600gram + indigofera 20% + SOC 10 ml, P3: Rumput gajah 1500gram+ indigofera 25% + SOC 15 ml. Parameter yang diamati Kualitas nutrisi berupa Kandungan bahan kering, abu, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun indigofera dan suplemen organik cair pada level yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap warna, aroma dan pH sedangakan untuk tekstur tidak berpengaruh nyata. Nilai rata-rata skor tertinggi pada tiap perlakuan yaitu, warna pada perlakuan P0 dengan skor 4,1 (hijau kekuningan), aroma pada perlakuan P3 dengan skor 4,4 (sangat asam), tekstur pada perlakuan P3 dengan skor 3,6 (lembut dan mudah dipisahkan) dan pH pada perlakuan P0 dengan skor 4,2. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P3 Rumput gajah 1500gram+ indigofera 500gram + SOC 15 ml.
KOMPOSIS BOTANIS HIJAUAN PAKAN DI PERKEBUNAN KARET KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA Putri Damela; Zahra Rodlyatam Mardliyah; Bayu Nuari Ramadhan; infitria infitria
STOCK Peternakan Vol 8, No 2 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i2.2110

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan yang tumbuh di pastura perkebunan karet di Kecamatan Koto baru, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 4 Desa yaitu Ampang Kuranji, Koto Baru, Sialang gaung dan Koto Padang. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Kemudian dilanjutkan dengan identifikasi jenis hijauan dan perhitungan produksi hijauan. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0.5 x 0.5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Perhitungan hijauan dengan persentase hijauan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 11 jenis hijauan, yang terdiri atas rumput, legum dan gulma. Rumput 24.17%, legum 21.51% dan gulma 54.33%. Jenis rumput Adalah rumput pahit (Axonopus compresus) 8,05%, rumput teki (Cyperus rotundus) 12.34%, rumput grinting (Cynodon dactylon) 2.22%, bede (Brachiaria decumbens) 0.76%, rumput benggala (Panicum maximum) 0.81%. Leguminosa terdiri dari Kacang asu (Calopogonium mucunoides) 12.21% dan Kacangan (Centrosema pubescen) 9.30%. Gulma terdiri dari Ara sungsang (Asystasia gangetica) 12.38%, calincing (Oxallis barrelieri) 12.69%, Sikaduduk (Melastoma malabathricum) 3.88 %, pakis (Cyclosorus parathelyptens) 25.38%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pastura Perkebunan karet Kecamtaan Kotobaru, Kabupaten Dharmasraya teramasuk kurang baik, karena dominan gulma, kurangnya rumput dan leguminosa. hijauan yang paling dominan tumbuh di pastura Perkebunan karet adalah jenis rumput teki 12.34%, legum kacang asu 12.21% dan gulma yang di dominasi oleh pakis Aysytasia gangetica 25.38%.