Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pemerintah Provinsi Jambi Menggunakan Agile Scrum Muhammad Alfares; Edi Saputra; Yogi Perdana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10444

Abstract

Pengelolaan pengetahuan di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya dokumentasi yang belum terpusat, pengetahuan tacit pegawai yang berisiko hilang akibat rotasi atau mutasi, serta proses pencarian informasi yang tidak efisien. Kondisi ini menghambat efektivitas kerja dan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Knowledge Management System (KMS) berbasis website yang mampu mengelola pengetahuan secara terpusat di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi serta memfasilitasi koordinasi konseptual antar OPD. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dengan metode Agile Scrum melalui tiga sprint dalam periode Mei hingga Juni 2026, serta mengacu pada kerangka Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) sebagai landasan pengelolaan pengetahuan. Sistem yang dibangun mendukung enam peran pengguna yaitu Super Admin, Admin OPD, Pakar Internal, Pakar Eksternal, Pimpinan, dan Pegawai OPD, dengan fitur utama meliputi manajemen pengetahuan, validasi pengetahuan, manajemen pengguna, manajemen kategori, dan permintaan pengetahuan antar OPD. Pengujian dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) dengan pendekatan Blackbox Testing yang melibatkan tujuh responden dari lingkungan Diskominfo Provinsi Jambi. Hasil pengujian menunjukkan persentase keberhasilan sebesar 100% dari 520 skenario pengujian yang mencakup seluruh peran pengguna, melampaui ambang batas penerimaan sebesar 80%. Dengan demikian, sistem dinyatakan diterima dan berfungsi sesuai kebutuhan pengguna serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas tata kelola pengetahuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.