Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERBUKAAN DIRI DAN DAMPAK PSIKOLOGIS DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK PEREMPUAN DEWASA AWAL DENGAN AYAH: STUDI KASUS PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MURIA KUDUS Putri Fatma Khusnul Khotimah; Tria Sisca Susilawati; Denny Devantara Lastari; Fatma Gustia Aulia
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterbukaan diri dan dampak psikologis dalam komunikasi interpersonal antara anak perempuan dewasa awal dengan ayah pada mahasiswi Universitas Muria Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif dan melibatkan tiga informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara ayah dan anak perempuan dewasa awal cenderung berlangsung secara satu arah, didominasi oleh otoritas ayah, serta minim keterbukaan, empati, dan kesetaraan dalam interaksi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai hambatan komunikasi yang berdampak pada rendahnya keterbukaan diri anak, munculnya perasaan sedih, kecemasan, kewaspadaan berlebihan, serta kecenderungan memendam emosi. Untuk menghadapi situasi tersebut, informan menggunakan strategi koping berupa penarikan diri, mengisolasi diri di kamar, mendengarkan musik, menonton film, atau mencari dukungan emosional dari figur lain seperti ibu, kakak, dan anggota keluarga yang dianggap lebih suportif. Meskipun demikian, sebagian informan memaknai sikap tegas dan kontrol ayah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang yang kurang tepat dalam penyampaiannya. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan komunikasi yang lebih terbuka, empatik, dan setara antara ayah dan anak guna meningkatkan kualitas hubungan keluarga, memperkuat kedekatan emosional, serta mendukung kesejahteraan psikologis anak perempuan dewasa awal
PELATIHAN ETIKA DAN EMPATI DI JALAN RAYA PADA KOMUNITAS GOWES Denny Devantara Lastari; Putri Fatma Khusnul Khotimah; Fatma Gustia Aulia; Tria Sisca Susilawati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan etika dan empati di jalan raya dalam meningkatkan kesadaran sosial dan perilaku prososial pada komunitas gowes. Meningkatnya jumlah pesepeda di Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan terkait etika berlalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman serta kepedulian pesepeda terhadap pengguna jalan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Partisipan penelitian berjumlah 9 anggota komunitas gowes yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Program pelatihan meliputi pemberian materi, simulasi role play “Kemudi Buta”, pemutaran video, diskusi reflektif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 49,88 pada pre-test menjadi 55,88 pada post-test atau meningkat sebesar 6 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan etika dan empati efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai etika berlalu lintas, empati, serta tanggung jawab sosial di jalan raya. Hasil penelitian didukung oleh teori pembelajaran sosial Bandura yang menjelaskan bahwa perilaku dapat dipelajari melalui observasi, pengalaman, dan refleksi sosial. Selain itu, pendekatan perspective-taking dan experiential learning yang diterapkan selama pelatihan membantu peserta memahami kondisi pengguna jalan lain secara kognitif maupun emosional. Dengan demikian, pelatihan etika dan empati dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan saling menghormati di lingkungan komunitas pesepeda.