Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KETERLIBATAN ORANG TUA TERHADAP MEKANISME KOPING PADA SISWA KELAS 8C SMP NEGERI 1 TUNTANG M. Zaenal Arifin; Naritha Sukma Dhewi
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11359

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang penuh dengan tekanan akademik dan sosial, sehingga menuntut siswa untuk memiliki mekanisme koping yang efektif guna menjaga kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterlibatan orang tua, jenis mekanisme koping yang digunakan siswa, serta menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua terhadap mekanisme koping pada siswa kelas 8C SMP Negeri 1 Tuntang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling dari kelas 8C. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert yang mencakup variabel keterlibatan orang tua (15 butir) dan mekanisme koping (15 butir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua (48%) memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dalam mendukung perkembangan anak. Dari sisi siswa, mayoritas responden (80%) cenderung menggunakan mekanisme koping yang adaptif (konstruktif) dalam menghadapi tekanan. Berdasarkan uji korelasi Pearson, ditemukan nilai koefisien korelasi ($r$) sebesar 0,10, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara keterlibatan orang tua dengan mekanisme koping siswa, namun hubungan tersebut berada pada kategori sangat lemah. Lemahnya korelasi ini mengindikasikan bahwa pada usia remaja pertengahan, faktor lain seperti pengaruh teman sebaya (peer group) dan ketahanan mental internal (resilience) kemungkinan besar memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan strategi koping siswa dibandingkan peran orang tua secara langsung. Meskipun demikian, keterlibatan orang tua tetap menjadi faktor pendukung yang searah dalam membentuk kemampuan koping adaptif siswa.