Ziqri Sulaiman
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Fasilitas Stasiun Kayutanam Pasca Perubahan Rute KA Lembah Anai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Afni Nindya Almira; R. Caesario Boing RR; Dewa Putu Agus Widnyana; Ziqri Sulaiman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10606

Abstract

Stasiun Kayutanam memiliki peran penting dalam jaringan transportasi kereta api di Sumatera Barat, khususnya sebagai stasiun terminal bagi layanan KA Lembah Anai. Peran strategi ini ditunjukkan dengan adanya tren kenaikan jumlah penumpang KA Lembah Anai yang melakukan aktivitas naik dan turun di Stasiun Kayutanam. Peningkatan volume pengguna jasa ini menuntut kesiapan sarana dan prasarana stasiun yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan tersebut. Namun, serta ketersediaan kualitas fasilitas pelayanan yang ada dinilai belum sepenuhnya optimal, sehingga berpotensi menghambat kenyamanan dan kepuasan penumpang jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan langkah evaluasi strategi untuk menentukan intervensi perbaikan infrastruktur yang paling mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja fasilitas di Stasiun Kayutanam dan menentukan prioritas peningkatan fasilitas yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) guna mereduksi kompleksitas pengambilan keputusan multikriteria melalui pembobotan hierarkis yang terukur. Serta metode Modal Interaction Matrix (MIM), untuk membandingkan kualitas alur pergerakan pada kondisi eksisting dan usulan melalui komponen Sum of Negative Value (SONV) sebagai indikator hambatan fisik di lapangan. Melihat hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan prioritas bagi pihak pengelola dalam mengalokasikan sumber daya perbaikan fasilitas secara tepat sasaran, demi mendukung penumpang serta mewujudkan pelayanan transportasi publik yang handal, aman, dan nyaman.