Transformasi digital telah membawa perubahan yang luas dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk pada aspek pengembangan sumber daya manusia pendidikan, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Perkembangan tersebut menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, serta kemampuan literasi digital agar mampu melaksanakan pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, manajemen talenta dipandang sebagai salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi guru secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi manajemen talenta, strategi implementasinya, serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan guru Pendidikan Agama Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang meliputi artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen akademik lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen talenta memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan guru PAI melalui proses identifikasi potensi, penguatan kompetensi, serta pengelolaan kinerja secara sistematis. Implementasi manajemen talenta dapat dilakukan melalui berbagai program pengembangan profesional yang berorientasi pada peningkatan kualitas guru. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya tingkat literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan kesenjangan akses teknologi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan penerapan manajemen talenta guna meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam di era digital.