Agustriananda Agustriananda
Universitas Bina Darma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Pekerjaan Beton Fs 45 Pada Proyek Preservasi Jalan Ruas Letjen Harun Sohar (Plg) / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api-Api Agustriananda Agustriananda; Farlin Rosyad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11058

Abstract

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan luas areal tanam dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan persawahan. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi aspek klimatologi, kualitas udara, kualitas air, karakteristik tanah, hidrologi, vegetasi, dan fauna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan serta mengevaluasi tingkat kelayakan lokasi rencana kegiatan Cetak Sawah Rakyat di Kecamatan Belitang II, Madang Suku I, dan Madang Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan evaluasi lingkungan terpadu. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, pengambilan sampel lingkungan, studi literatur, analisis laboratorium, serta pengolahan data spasial menggunakan teknik overlay. Parameter yang dianalisis meliputi kondisi iklim, kualitas udara ambien, kualitas air permukaan, karakteristik fisik dan kimia tanah, kondisi hidrologi, serta keberadaan vegetasi dan fauna pada wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki kondisi topografi relatif datar, ketersediaan sumber daya air yang cukup, serta karakteristik lingkungan yang secara umum mendukung pengembangan lahan sawah. Kualitas udara dan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang berlaku, sedangkan kondisi tanah menunjukkan tingkat keasaman yang memerlukan pengelolaan dan perbaikan tertentu untuk meningkatkan produktivitas lahan. Keberadaan vegetasi dan fauna lokal menunjukkan bahwa kawasan masih memiliki fungsi ekologis yang perlu dipertahankan melalui penerapan pengelolaan lingkungan yang tepat. Analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi rencana pengembangan memiliki tingkat kesesuaian yang baik untuk kegiatan budidaya padi. Dengan demikian, lokasi penelitian dinilai layak untuk mendukung program Cetak Sawah Rakyat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan dan mitigasi terhadap faktor pembatas yang ditemukan guna menjamin keberlanjutan pengembangan lahan pertanian.