Pekerjaan preservasi jalan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi pelayanan jalan agar tetap memenuhi standar kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Salah satu metode preservasi yang umum digunakan adalah pelapisan ulang menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis permukaan perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan preservasi lapis AC-WC pada proyek pemeliharaan jalan serta mengidentifikasi peralatan utama yang digunakan dalam setiap tahapan pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui kegiatan magang lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara dengan pelaksana proyek, serta studi dokumen teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi pengupasan lapisan perkerasan lama menggunakan Cold Milling Machine (CMM), pembersihan permukaan, penyemprotan tack coat, penghamparan campuran AC-WC menggunakan Asphalt Finisher, serta proses pemadatan menggunakan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller (PTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan preservasi AC-WC telah dilakukan sesuai tahapan teknis yang berlaku dengan dukungan alat berat yang bekerja secara terintegrasi. Cold Milling Machine berperan dalam menghasilkan permukaan perkerasan yang siap dilapisi kembali, Asphalt Finisher menghasilkan hamparan yang seragam, sedangkan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller berfungsi mencapai tingkat kepadatan yang disyaratkan. Selain itu, pengendalian suhu campuran aspal, jumlah lintasan pemadatan, dan koordinasi antaralat menjadi faktor penting dalam menjaga mutu hasil pekerjaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan preservasi AC-WC mampu meningkatkan kualitas permukaan jalan dan mendukung tercapainya umur layanan perkerasan yang lebih optimal apabila dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan prosedur kerja yang ditetapkan.