Yohanes Joko Supriyadi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Variasi Waktu Pre-Treatment Menggunakan Mol Air Nasi Basi Terhadap Kecepatan Reduksi Sampah Organik Oleh Larva Maggot Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) Eka Natania; Muhammad Irfa’I; Yohanes Joko Supriyadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11087

Abstract

  Pengelolaan sampah organik masih menjadi permasalahan lingkungan karena jumlahnya terus meningkat. Salah satu alternatif pengolahan yang ramah lingkungan adalah biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dari air nasi basi sebagai pre-treatment diharapkan dapat memperbaiki karakteristik substrat sehingga lebih mudah dicerna larva. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi waktu pre-treatment menggunakan MOL air nasi basi terhadap kecepatan reduksi sampah organik oleh larva BSF . Penelitian ini menggunakan rancangan true experimental dengan desain post-test only with control group. Variasi waktu pre-treatment diuji, yaitu 0 hari, 2 hari, 4 hari, dan 6 hari, masing-masing dengan lima kali pengulangan. Setiap kontainer berisi 1 kg sampah organik dan 2.000 ekor larva, sehingga total larva yang digunakan sebanyak 40.000 ekor. Pengamatan dilakukan selama 7 hari terhadap persentase reduksi sampah, suhu, kelembapan, dan pH. Analisis data menggunakan uji Welch Anova. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan mengalami peningkatan reduksi sampah. Rata-rata persentase reduksi tertinggi pada hari ke-7 diperoleh pada Perlakuan 0 hari (75,66%), diikuti Perlakuan 4 hari (71,68%), Perlakuan 6 hari (71,5%), dan Perlakuan 2 hari (67,18%). Uji Welch Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (Sig. 0,130 > 0,05). Kondisi lingkungan selama penelitian berada pada suhu 26,6–33,6°C, kelembapan 61,8–69%, dan pH 4,96–6,92. Disarankan agar masyarakat dapat mengolah sampah organik menggunakan larva BSF tanpa memerlukan pre-treatment dengan MOL air nasi basi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji variasi dosis MOL, jenis MOL lain, dan jenis substrat yang berbeda guna memperoleh hasil yang lebih optimal.