Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fear Of Missing Out (FoMO) Terhadap Konsentrasi Peserta Didik Di Era Media Sosial Habibah Aulia Romizah; Aureli Ramadhani Rinuanza; Khalisha Nitsha Sadiyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11175

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) merupakan fenomena psikologis yang semakin meningkat di era digital, khususnya pada kalangan peserta didik yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap tingkat konsentrasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO memiliki pengaruh signifikan terhadap menurunnya konsentrasi belajar peserta didik. Hal ini ditandai dengan adanya distraksi konstan dari notifikasi media sosial, kecenderungan membuka aplikasi saat pembelajaran berlangsung, serta kebiasaan multitasking yang mengurangi fokus belajar secara drastis. Selain itu, peserta didik yang mengalami FoMO cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi ketika tidak terhubung dengan media sosial mereka. Dalam pembahasan, ditemukan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol memperburuk kondisi konsentrasi, terutama pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Namun, media sosial juga memiliki potensi positif jika digunakan secara terarah sebagai media pembelajaran interaktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa FoMO berdampak negatif terhadap konsentrasi peserta didik, sehingga diperlukan pengelolaan dan pengawasan penggunaan media sosial secara bijak agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal.